Suara.com - Petugas pusat vaksinasi Covid-19 di Malaysia dikejutkan dengan kehadiran sesosok yang mengerikan dan ingin disuntik vaksin.
Sosok tersebut ternyata hanyalah seorang wanita di Malaysia yang mengenakan kostum hantu saat menghadiri pusat vaksinasi Covid-19.
Aksi nyentrik tersebut pertama kali terungkap oleh pengguna Facebook yang mengunggah foto sesosok yang mengerikan sedang disuntik vaksin Covid-19.
"Berbagai macam karakter.. mini Putrajaya" tulis akun Facevook Martin Bee.
Dalam unggahan tersebut terlihat sesosok berambut panjang dengan baju yang tampak camping-camping dan seakan berlumuran darah.
Sesosok menyeramkan itu juga terlihat memiliki wajah yang seram, namun jika diperhatikan lebih lanjut itu merupakan masker dengan gambar yang menyeramkan.
Unggahan tersebut juga membagikan video ketika sosok tersebut mendekati petugas, bukan menakutkan, namun ia tampak ceria.
Ketika sampai di hadapan petugas, ia terdengar disamput oleh tepuk tangan warga yang ada di sekitarnya dan ia tertawa.
Unggahan tersebut langsung mengundang komentar warganet. Hingga kini sudah 470 ribu kali ditonton dan 1.400 kali dibagikan.
Baca Juga: Kisah Tak Biasa Relawan Covid-19 Kediri Angkat Jenazah 'Orang Sakti'
"Itulah kostum yang harus Anda pakai saat suntik dosen kedua," tulis seorang warganet.
Banyak warganet menuliskan komentar dengan emoji tertawa saat melihat unggahan tersebut.
Dinosaurus
Aksi nyentrik warga Malaysia ini bukanlah yang pertama, sebelumnya ada yang memakai kostum dinosaurus saat datang ke pusat vaksinasi Covid-19.
Warga yang diketahui bernama Kenny Sia, mengenakan kostum dinosaurus saat mendatangi pusat vaksinasi Borneo Convention Center Kuching (BCCK).
Dalam video yang diunggah pada Minggu (11/7), terlihat para petugas di pusat vaksinasi tersebut tertegun, beberapa ada yang senyum saat melihat kostum yang dikenakan Kenny.
Para petugas terlihat sangat menyukai kostum yang Kenny kenakan bahkan mereka memutuskan untuk memposting panduan proses vaksinasi dengan Kenny sebagai modelnya.
"Terima kasih Kenny Sia karena membawa senyum ke wajah semua orang di hari vaksinasi Anda!" tulis BCCK dalam sebuah unggahan di akun Facebook-nya.
Kenny mengatakan kepada World Of Buzz jika dia awalnya membeli kostum tersebut hanya untuk bermain dengan anaknya, namun akhirnya memutuskan untuk memakainya saat datang ke pusat vaksin Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Aktivis UNY Perdana Arie Resmi Bebas dari Lapas Cebongan, Tegaskan Tetap Suarakan Keadilan
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang
-
Aksi Koboi Curanmor Jakbar Berakhir di Cikupa, Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
-
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto