Suara.com - Politisi Partai Demokrat, Andi Arief mengungkapkan alasan pesawat kepresidenan RI di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berwarna dominan biru.
Hal itu diungkapkan oleh Andi melalui akun Twitter miliknya @andiarief__.
Andi Arief menyebut, penggunaan warna dominan biru bertujuan untuk keselamatan presiden saat melakukan penerbangan.
Itulah yang menjadi pertimbangan utama pemilihan warna pesawat kepresidenan dicat berwarna biru.
Bahkan, menurut Andi, prinsip keselamatan presiden itu juga diturunkan untuk presiden-presiden selanjutnya.
Sebab, lanjut Andi, SBY kala itu hanya menggunakan pesawat kepresidenan berwarna biru selama beberapa bulan saja.
"Keselamatan presiden jadi pertimbangan utama. Terutama presiden setelah SBY, karena SBY hanya menggunakannya beberapa bulan saja," kata Andi seperti dikutip Suara.com, Rabu (4/8/2021).
Dalam cuitannya, Andi juga mengunggah artikel pemberitaan terkait alasan pesawat kepresidenan berwarna biru.
Pada 2014 silam, Menteri Sekretaris Negara era SBY, Sudi Silalahi mengatakan pesawat kepresidenan dominasi warna biru mirip dengan warna seragam TNI Angkatan Udara.
Baca Juga: Kritik Perubahan Warna Pesawat Kepresidenan, Andi Arief: Biru Langit Kamuflase Keamanan
Selain itu, penggunaan warna biru dinilai paling aman karena merupakan warna kamuflase saat terbang sehingga lebih menjamin keselamatan presiden.
Pesawat Dicat Ulang
Pihak Istana Kepresidenan membenarkan telah melakukan pengecatan ulang pada Pesawat Kepresiden-1 atau Pesawat BBJ 2.
Hal ini menyusul adanya cuitan Pengamat penerbangan Alvin Lie yang mengungkap bahwa pesawat kepresidenan diubah warnanya kini menjadi merah putih.
"Benar, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 telah dilakukan pengecatan ulang," ujar Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).
Heru menuturkan pengecatan Pesawat BBJ 2 telah direncanakan sejak tahun 2019, terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020. Adapun proses pengecatan sendiri kata Heru, merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Ikuti Perintah Prabowo, Gubernur Pramono Bakal Tertibkan Atribut Partai dan PKL di Trotoar
-
KPK Incar Harta Bos Asing di BUMN, Direksi WNA Wajib Lapor LHKPN
-
Prabowo Kumpulkan Tokoh Islam di Istana Hari Ini, BoP Jadi Salah Satu Agenda Bahasan
-
Disalip Lewat Bahu Kiri, Mobil Jetour Hantam Guardrail dan Terbakar Hebat di Tol Jagorawi
-
KPK Ingatkan WNA yang Jadi Direksi BUMN Wajib Lapor LHKPN 2025, Sindir Bos di Garuda Indonesia?
-
Layanan Merek Indonesia: Durasi Tersingkat dengan Biaya Paling Terjangkau
-
Rapat Bersama DPR, PPATK: Transaksi Judi Online di Indonesia Berhasil Ditekan Selama 2025
-
PPATK Kebanjiran Laporan: Ada 21 Ribu Transaksi Keuangan Per Jam Selama Hari Kerja
-
Ada MBG Berbasis Komunitas di Purwakarta, Perempuan Diminta Jadi Pengelola Gizi Keluarga
-
Rocky Gerung Sindir Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis: Tanda Pemerintah Sedang Cemas?