Suara.com - Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) pada Kamis (12/8/2021) memberi izin pemberian dosis penguat vaksin COVID-19 dari Pfizer dan Moderna pada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.
Sejumlah negara lain seperti Israel dan Jerman berencana atau telah memberikan dosis ketiga untuk mencegah krisis baru akibat varian Delta virus corona yang sangat menular.
Para ilmuwan masih berbeda pendapat tentang penggunaan dosis penguat bagi mereka yang normal ketika manfaatnya masih belum bisa dipastikan.
Pfizer telah mengatakan bahwa efikasi vaksin yang dikembangkannya bersama BioNTech turun seiring waktu, dengan mengutip penelitian yang menunjukkan efektivitasnya menjadi 84 persen dari efikasi awal 96 persen setelah pemberian dosis kedua.
Moderna juga pernah mengatakan mereka menemukan perlunya dosis penguat, khususnya sejak varian Delta memicu infeksi pada mereka yang telah divaksin.
Regulator kesehatan AS pada Kamis mengubah izin penggunaan darurat bagi kedua vaksin agar dosis tambahan boleh diberikan kepada individu tertentu, terutama penerima transplantasi organ solid atau mereka yang didiagnosa memiliki gangguan imun.
Laporan tentang infeksi pada penerima vaksin dan kekhawatiran tentang daya perlindungan yang menurun telah mendorong negara-negara makmur untuk memberikan suntikan penguat, di tengah perjuangan banyak negara lain untuk mendapatkan dosis pertama.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu menyerukan moratorium tentang dosis penguat vaksin COVID-19 setidaknya hingga akhir September.
Dipicu oleh varian Delta, kasus virus corona di AS telah meningkat hingga ke level tertinggi dalam enam bulan lebih, menurut data Reuters.
Baca Juga: FGD: Tingkatkan Imun, Vaksin Booster Jalan Pintas untuk Selamat?
Mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin tak cukup terlindungi dengan vaksin COVID-19 yang ada saat ini, kata pejabat kesehatan AS.
Regulator AS harus memberikan izin penuh pada vaksin-vaksin COVID-19 atau mengubah izin penggunaan darurat mereka sebelum dosis tambahan direkomendasikan.
Sebuah panel penasihat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) akan bertemu pada Jumat untuk membahas kelayakan pemberian dosis penguat pada penderita gangguan imun.
Para analis Wall Street memperkirakan otorisasi dosis penguat bagi populasi yang lebih besar akan memperbesar keuntungan pembuat vaksin karena ratusan juta penerima vaksin akan kembali disuntik dengan dosis tambahan. [Antara/Reuters]
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31
-
Datangi Bareskrim, Andre Rosiade Desak Polisi Sikat Habis Mafia Tambang Ilegal di Sumbar!