Suara.com - Jerman menutup kedutaan besarnya di Afghanistan pada hari Minggu (15/8/2021) dan mempercepat pemulangan warganya setelah Taliban berhasil memasuki kota Kabul.
Menyadur Channel News Asia Senin (16/8/2021) Jerman juga akan mempercepat persiapan evakuasi para pembantu lokal mereka di Afghanistan.
"Situasi keamanan memburuk secara drastis. Kedutaan Besar Jerman di Kabul ditutup pada 15 Agustus," jelas Kementerian Luar Negeri Jerman melalui situs resminya.
Menteri Luar Negeri Heiko Maas memutuskan untuk memindahkan staf kedutaan besarya ke bandara militer Kabul setelah Taliban berhasil memasuki kota tersebut.
Pada saat yang sama, Berlin juga mempercepat mengevakuasi warga Jerman serta warga Afghanistan yang pernah bekerja untuk militer Jerman atau lembaga lain.
Taliban memasuki kota Kabul pada hari Minggu (15/8/2021) dan mengatakan mereka akan mengambil alih kekuasaan dalam beberapa hari ke depan.
Sebuah sumber diplomatik menyebutkan bahwa Maas suadh mempersiapkan langkah-langkah darurat untuk mengamankan proses evakuasi warga Jerman dan orang lain yang berisiko.
Tabloid Bild melaporkan bahwa dua pesawat militer diperintahkan untuk berangkat ke Kabul pada Minggu malam waktu setempat. Namun, belum ada konfirmasi dari Kementerian Pertahanan Jerman mengenai laporan tersebut.
Awalnya, beberapa penerbangan evakuasi militer diperkirakan akan berangkat pada hari Senin. Mereka akan membawa warga Jerman melakukan perjalanan dari Kabul ke ibukota Uzbekistan Tashkent.
Baca Juga: Paus Fransiskus Serukan Perdamaian Melalui Dialog di Afghanistan
Kemenlu Jerman mengungkapkan kurang dari 100 orang Jerman masih berada di Afghanistan. Mereka adalah warga yang bekerja di luar pejabat pemerintah.
Masih belum jelas berapa banyak pembantu lokal yang akan ikut dipulangkan ke Jerman.
Sebuah sumber pemerintah mengungkapkan setidaknya ada 1.000 mantan karyawan Jerman dari warga Afghanistan, termasuk anggota keluarga dekat.
Sebuah jaringan pendukung yang didirikan oleh pasukan Jerman menyebutkan jumlah warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk relokasi setidaknya ada 2.000 orang.
Namun, Patenschaftsnetzwerk Afghanische Ortskraefte (Jaringan Sponsor untuk Pembantu Afghanistan), berpendapat bahwa 4.000 warga Afghanistan lainnya juga harus diterbangkan, meskipun mereka tidak memenuhi persyaratan resmi, karena mereka bekerja sebagai subkontraktor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi