Suara.com - Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi menilai penggunaan pakaian adat yang seolah menjadi tradisi dari Presiden Joko Widodo merupakan hal yang baik. PKS kata dia pun mengapresiasi langkah tersebut dengan memberikan nilai A.
Namun kata Nabil, PKS menyayangkan dalam pidato kenegaraan Jokowi di Sidang Tahunan MPR, Jokowi tampak kurang peka terhadap penderitaan rakyat.
Nabil menyoroti tidak adanya sepatah kata belasungkawa atas angka kematian akibat Covid-19, tidak adanya ucapan minta maaf dari presiden kepada rakyat juga menjadi sorotan.
Di sisi lain, Nabil menganggap Jokowi yang hadir mengenakan baju adat Suku Baduy hanya mengesankan secara simbolis. Padahal dalam realitanya, yang dinantikan rakyat dari seorang presiden adalah kebijakan dan program kerja nyatanya yang berdampak pada rakyat dan masyarakat adat itu sendiri.
"Jika dikaitkan dengan pakaian adat maka kita perlu melihat sejauh mana sesungguhnya kebijakan dan keberpihakan dari Presiden Jokowi dan pemerintah terhadap hak-hak adat," kata Nabil kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).
"Seperti yang dinyatakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bahwa meski sudah memasuki periode kedua kekuasaannya, pemerintahan Jokowi belum menunaikan janjinya dalam Nawacita terkait masyarakat adat," sambungnya.
Nabil mengatakan nasib RUU Masyarakat Adat yang dijanjikan semakin tidak jelas. Sementara lanjut dia yang diutamakan justru revisi UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) serta UU Cipta Kerja lantaran dinilai lebih pro terhadap kelompok oligarki yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat adat.
"Bagi kami, komitmen pemerintahan Jokowi terhadap hak-hak masyarakat adat mesti terus ditagih dan dikawal. Agar kita tidak terjebak pada euforia soal pakaian semata, namun justru abai terhadap nasib dan kesejahteraan dari rakyat Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Baju Adat Suku Baduy, Jamang Hideung Kancing Batok yang Dipakai Jokowi
Berita Terkait
-
Tanda-tanya Dibalik Unggahan Kaesang Pangarep 'Siap RI 1', Lengserkan Bapak Sendiri?
-
Checep Bangga Baju Adat Lampung Jahitannya Dipakai Presiden Jokowi di Acara HUT ke-76 RI
-
PDIP Makin Sering Kritik Pemerintahan Jokowi, Singgung Mental Terjajah Asing
-
Cerita Tetua Adat Saat Jokowi Pesan Busana Badui, Namanya Baju Kampret
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto