Suara.com - Momen pasukan pengibar bendera pusaka atau paskibraka yang jatuh pingsan dalam upacara baru-baru ini menjadi viral. Pasalnya, ia jatuh pingsan dengan tegak sikap sempurna.
Peristiwa itu terjadi saat upacara penurunan bendera merah putih di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat. Momen pingsannya paskibraka itu menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @beritaterkini.id.
"Kejadiannya di Pemerintah provinsi Kalimantan Barat saat upaca penurunan bendera Merah Putih," tulis akun ini sebagai keterangan Instagram seperti dikutip Suara.com, Rabu (18/8/2021).
Paskibraka itu diduga menahan sakit saat melaksanakan tugasnya. Dalam video, ia tampak berdiri di depan tiang bendera Merah Putih.
Ia pingsan tepat setelah tugasnya menurunkan bendera Merah Putih selesai. Bendera Merah Putih itu sudah dibawa oleh rekannya.
Sedangkan tugas paskibraka yang pingsan ini sendiri adalah mengiringi. Saat pembawa bendera berbalik, seharusnya giliran dirinya dan rekannya yang ikut mendampingi.
Namun belum sempat bergerak, pasikbraka ini tiba-tiba pingsan. Ia jatuh ke belakang dengan posisi sikap sempurna.
"Masya Allah. Besar sekali tanggung jawabnya sampai jatuh pun masih dengan keadaan sikap sempurna. Salut! Semoga sehat selalu," tulis @beritaterkini.id.
Rekan paskibraka itu sendiri memang tidak ada yang bisa menolong. Sang pembawa bendera tetap tegak berdiri bersama rekan satunya.
Baca Juga: Ombudsman Temukan Mal Administrasi Dalam Kasus Calon Paskibraka Sulawesi Barat
Paskibraka yang pingsan akhirnya ditolong oleh petugas khusus berbaju tentara. Dalam foto, ia tampak berbaring di bawah tiang bendera dengan posisi tegap tidak sadarkan diri.
Hingga kini, masih belum diketahui bagaimana kondisi paskibraka tersebut. Namun, momen itu langsung mendapatkan perhatian serius warganet.
Mereka menuliskan beragam pendapat saat melihat perjuangan paskibraka yang sampai pingsan itu. Banyak yang memberikan pujian sampai takjub dengan posisi pingsannya.
"Semoga sehat nak," doa warganet.
"Barrakallah fiik. Semoga Allah senantiasa mengabulkan harapannya," tambah yang lain.
"Keren. Baru kali ini ada kasus pingsan yang keren. Kelarin tugasnya, lalu pingsannya lurus pula," komen warganet.
Berita Terkait
-
Ombudsman Temukan Mal Administrasi Dalam Kasus Calon Paskibraka Sulawesi Barat
-
Baper Abiiisss... Pemilik Rumah Makan di Wonogiri Ini Panggil Pembelinya 'Sayang' Lho
-
Paskibraka Kalbar Pingsan saat Penurunan Bendera, Publik: Terima Kasih Perjuangannya
-
Ngaku Iri Lihat Paskibraka di TV, Aksi Baris Berbaris Pemuda Ini Pancing Emosi Warganet
-
Jalan Ditutup Tenda Hajatan Tetangga, Satu Keluarga Kelaparan Tak Bisa Keluar Rumah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan