Suara.com - Satu keluarga di Texas ditemukan tewas misterius di jalur pendakian bersama anjing peliharaan mereka. Keluarga ini terdiri dari John Gerrish (ayah), Ellen Chung (istri), putri mereka yang berusia 1 tahun, Miju juga seekor anjing .
Menyadur ABC 7 Chicago Senin (23/08), penyelidik sedang mempertimbangkan apakah ganggang beracun atau bahaya lain mungkin menjadi penyebab kematian mereka.
Hutan Nasional Sierra tempat mayat-mayat itu ditemukan pada hari Selasa telah dinyatakan sebagai situs hazmat karena adanya kekhawatiran tentang kematian dri gas beracun di tambang tua di dekatnya.
Tapi status hazmat dicabut pada Rabu dan Sheriff Mariposa County Jeremy Briese mengatakan tidak percaya jika ranjau adalah penyebab kematiannya.
"Ini adalah situasi yang sangat tidak biasa dan unik," kata Kristie Mitchell, juru bicara kantor sheriff.
"Tidak ada tanda-tanda trauma, tidak ada penyebab kematian yang jelas. Tidak ada catatan bunuh diri."
Mayat-mayat itu diangkut ke kantor koroner di Mariposa untuk otopsi dan pemeriksaan toksikologi, kata Mitchell.
Satu keluarga ini ditemukan tewas di jalur pendakian dekat Hite's Cove di Sierra National Forest. Sebelumnya, teman mereka melaporkan tentang orang hilang pada Senin malam.
Daerah di sekitar Hite's Cove adalah lokasi operasi penambangan emas hard rock pada pertengahan abad ke-19.
Baca Juga: Kesaksian Tukang Cukur, DMT Sempat Beri Tip Sebelum Tewas Misterius
Badan Pengawasan Sumber Daya Air Negara mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya sedang menguji saluran air di daerah tersebut untuk mengetahui adanya ganggang beracun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman