Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher menyoroti pengakuan sejumlah pejabat yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster. Ia mengkritik tindakan pejabat yang dianggap curi start.
Mengingat vaksin booster sejauh ini hanya diperuntukan bagi tenaga kesehatan sebagaimana Surat Edaran Nomor HK.02.01/1919/2021. Ia mengatakan tindakan tidak bertanggung jawab dari sejumlah pejabat itu harus ditindak.
"Booster vaksin disiapkan hanya untuk nakes yang sudah banyak berguguran dalam tugasnya. Jika ada pihak yang bukan nakes mengaku telah disuntikkan booster, itu namanya tindakan curi start yang tidak bertanggung jawab. Pelanggaran ini seharusnya segera ditindak," kata Netty kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).
Menurut Netty, pemerintah harus tegas dalam menindak kelakuan pejabat yang lebih dulu mendapat booster. Pemerintah diminta mengusut permasalahan booster jepada pejabat.
Sementara itu untuk Kementerian Kesehatan, Netty mengatakan Kemenkes perlu segera melakukan evaluasi terkait distribusi dan pelaksanaan booster vaksin di lapangan.
"Jangan salah gunakan wewenang yang membuat rakyat marah. Untuk dapat vaksin reguler, rakyat harus rela antre berjam-jam, sementara ada pihak yang tidak berhak malah sudah mendapatkan booster dengan cara mudah," imbuh Netty.
Berita Terkait
-
Warganet Curhat Ditarik Rp 50.000 untuk Vaksinasi di Pabrik, Bupati Karanganyar Murka
-
Studi Ungkap bahwa Efek Samping Vaksin Pfizer pada Remaja Lebih Ringan
-
VIRAL Pria Bertato Berontak Takut Suntik Vaksin, Netizen: Tato Tempelan Hadiah Chiki
-
Update Covid-19 Global: Otoritas Eropa Selidiki Insiden Kontaminasi Vaksin Moderna
-
Jepang Tangguhkan 1,63 Juta Vaksin Moderna karena Kontaminasi
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri
-
Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan
-
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu
-
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
-
Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh
-
PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan