Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat angka rata-rata keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) nasional untuk ruang isolasi Covid-19 sudah turun signifikan hingga 25,04 persen.
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, informasi tersebut merupakan kabar baik, sebab tidak ada lagi daerah dengan BOR isolasi di atas standar ideal organisasi kesehatan dunia atau WHO, yakni 60 persen.
"Dua pekan lalu BOR nasional 40 persen, sekarang sudah 25,04 persen, dimana sudah tidak ada lagi satu provinsi di atas 60 persen, tidak ada lagi warna oranye dan merah," kata Dewi dalam diskusi virtual, Rabu (1/9/2021).
Sementara, BOR di 13 provinsi masih berada di angka 30-50 persen dan 19 provinsi lainnya berada di bawah 30 persen.
"Jadi sudah lebih dari 50 persen provinsi kita BOR-nya di bawah 30 persen," jelasnya.
BOR tertinggi masih dicatatkan oleh Bali 58,29 persen, lalu Aceh 51,10 persen, Kepulauan Bangka Belitung 48,24 persen, Sulawesi Tengah 44,02 persen, dan Kalimantan Timur 42,96 persen.
Namun untuk BOR di Ruang ICU, masih ada yang berada di atas 60 persen, yaitu Bangka Belitung 72,46 persen, Bali 66,96 persen, Riau 61,29 persen, dan Aceh 61,74 persen.
"Ini harus hati-hati dan waspada, tidak boleh merasa aman, harus siap mengonversi tempat tidur, menambah SDM, siap stok alat kesehatan dan obat-obatan," ucapnya.
Diketahui, Pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.089.801 orang Indonesia, kini masih terdapat 196.281 kasus aktif, 3.760.497 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 133.023 jiwa meninggal dunia.
Baca Juga: Satgas Klaim Kasus Aktif Covid-19 Turun 65,81 Persen dari Puncak Kedua
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki