Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah baik untuk provinsi maupun kabupaten/kota untuk mulai menerapkan budaya kerja secara digital pada pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2022. Itu diminta untuk mengurangi borosnya anggaran karena pembelian kertas dan juga perjalanan dinas.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian mengungkapkan alokasi belanja kertas pemerintah daerah se-Indonesia pada 2021 itu mencapai Rp 811,33 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membeli 12,06 juta rim kertas.
"Bayangkan ini data yang kami punya belanja kertas provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia," kata Ardian dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri RI, Kamis (2/9/2021).
Rinciannya untuk pemerintah daerah provinsi se-Indonesia menghabiskan Rp102,29 miliar. Sementara untuk pemerintah daerah kabupaten/kota Rp709,04 miliar.
Kalau ada kertas, sudah pasti ada pengadaan alokasi belanja toner atau tinta printer. Dilihat dari data, belanja toner pemerintah daerah se-Indonesia itu mencapai RP 567,69 miliar untuk 1,6 juta paket toner.
Budaya kerja baru dengan mengedepankan teknologi diharapkan dapat mengurangi belanja anggaran untuk pengadaan kertas dan toner tersebut.
Ardian menuturkan bahwa pandemi Covid-19 saat ini telah mengajarkan adanya budaya kerja baru, di mana cukup mengandalkan teknologi untuk melakukan pertemuan. Hal tersebut juga bisa dimanfaatkan pemerintah daerah guna meminimalisir belanja anggaran untuk perjalanan dinas.
Ia mengungkapkan belanja anggaran untuk perjalanan dinas pemerintah daerah se-Indonesia pada 2021 mencapai Rp 9,4 triliun. Menurutnya semakin besar wilayah administrasi suatu pemerintah daerah pasti akan berdampak juga pada anggaran perjalanan dinasnya.
Oleh karena itu Kemendagri ingin apabila pada pelaksanaan APBD Tahun 2022 tidak ada lagi perjalanan dinas yang subtansinya untuk berkoordinasi dan konsultasi. Nantinya pemerintah daerah diharapkan dapat berkomunikasi menggunakan teknologi semisal dengan memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting.
Baca Juga: Telkom Gelar InnoVillage 2021 untuk Lahirkan Sociopreneur Muda Indonesia
"Harapan kami dengan budaya kerja baru melalui zoom meeting bisa memberikan semacam efisiensi di dalam belanja anggaran," tuturnya.
Adapun perjalanan dinas yang memang harus tetap dilakukan ialah untuk memastikan data administratif sesuai dengan kondisi dan fakta-fakta di lapangan.
"Misalnya ada kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur yang mungkin sudah 100 persen tapi kita harus tinjau ke lapagan betul tidak antara yang ada di atas kertas ataupun yang di lapangan."
Berita Terkait
-
Belum Bayar Insentif Nakes, Bupati PPU dan Paser Dapat Teguran Keras Dari Kemendagri, Duh!
-
10 Kepala Daerah Ditegur Kemendagri, Segeralah Bayar Insentif Nakes
-
Kemendagri Masih Tunggu Hasil Proses dari KPK untuk Tentukan Status Bupati Probolinggo
-
Jemput Bola, Kemendagri Buatkan KTP-el Bagi Masyarakat Adat Baduy
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Dermaga Halte Buaran Diseruduk Kendaraan Pribadi, TransJakarta Koridor 11 Terpaksa Alihkan Rute
-
Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
-
Laporan PRISM 2025 Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Diminati Sepanjang 2025
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu