Suara.com - Sepasang calon pengantin baru-baru ini mendaki gunung dengan mengenakan pakaian pernikahan. Aksi itu langsung menjadi viral di media sosial.
Video calon pengantin pria dan wanita yang naik ke gunung dibagikan oleh @caplin_shoot. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 3,2 juta kali dan mendapatkan 478 ribu tanda suka.
"Entar kalau FYP lagi kabarin yak. #fyp. #fyp," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com. Sabtu (4/9/2021).
Dalam video, calon pengantin itu mengenakan pakaian adat Jawa. Calon pengantin pria mengenakan jarik dan beskap. Ia juga mengenakan blangkon saat naik ke gunung.
Sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya dan jarik. Ia juga sudah merias wajah sampai menyanggul rambutnya seperti hendak akan menikah.
Penampilan keduanya yang sudah seperti mempelai itu menjadi sorotan. Pasalnya, mereka berjuang mati-matian untuk mendaki gunung dengan pakaian tersebut.
Keduanya tampak ngos-ngosan saat mendaki. Ternyata, sepasang calon pengantin itu berniat menjalani foto prewedding untuk pernikahan mereka.
"Prewedding bar-bar naik gunung," tulis akun ini sebagai keterangan video.
Mereka juga ditemani oleh mengajak sebuah kru, yang terdiri dari make up artist (MUA) sampai fotografer. Perjalanan itu juga diabadikan oleh salah seorang kru.
Baca Juga: Kocak! Pasien Wanita Ketakutan dan Histeris Mengira Lihat Pocong, Ternyata Sosok Ini
Pemandangan gunung itu memang begitu indah. Namun, calon pengantin itu tampak mati-matian untuk mendaki. Pengantin wanita bahkan sempat terjungkal saat melewati rumput-rumput.
"Sampai terjungkal dong."
Walau begitu, perjuangan itu terbayar memuaskan. Reaksi pengantin wanita dan pria langsung sumringah begitu mereka berhasil sampai puncak.
Keduanya mulai berpose di puncak gunung dengan pemandangan alam yang spektakuler. Sementara sang fotografer terus menjepret dengan berbagai arahan.
"Indah banget kan pemandangannya."
Proses pemotretan itu dilakukan sampai malam hari. Meski langit mulai gelap, namun visual calon pengantin itu justru semakin terlihat indah.
Berita Terkait
-
Kocak! Pasien Wanita Ketakutan dan Histeris Mengira Lihat Pocong, Ternyata Sosok Ini
-
Viral Video Nakes Masuk Ruang Isolasi, Pasien Teriak Histeris Bikin Senam Jantung
-
Viral Pemotretan Pengantin Bikin Melongo, Kalungi Ring Light sampai Disembur Vape
-
Badut Berteduh Sambil Suapi 2 Anak, Sosok Balita Kedinginan Disorot
-
Wanita Sakit Hati Dikomentari Mertua, Nangis Hanya Bisa Video Call Orang Tua
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi