Suara.com - Menteri Darurat dan tangan kanan Presiden Rusia Vladimir Putin tewas di Kutub Utara ketika menyelamatkan seseorang saat latihan.
Menyadur Al Jazeera Kamis (9/9/2021), Yevgeny Zinichev meninggal dunia ketika mencoba menyelamatkan seseorang saat latihan militer di kota Arktik Norilsk.
Pria 55 tahun tersebut sedang berada di Kutub Utara untuk mengawasi latihan skala besar dan mengunjungi lokasi pembangunan stasiun pemadam kebakaran baru di Norilsk.
Moscow Times melaporkan jika Margarita Simonyan, pemimpin redaksi Russian Today, mengatakan Zinichev meninggal saat menyelamatkan seorang juru kamera yang terpeleset ke sebuah sungai.
"Ada banyak saksi, tetapi tidak ada yang punya waktu untuk mencari tahu apa yang terjadi ketika Zinichev melompat ke air setelah pria itu jatuh," cuit Simonyan.
Zinichev adalah salah satu dari segelintir politisi terkemuka yang memulai karir mereka di dinas keamanan, jalur karir yang serupa dengan yang diambil oleh Presiden Vladimir Putin.
"Ini adalah kerugian pribadi yang tidak diduga bagi saya," kata Vladimir Putin ketika menyampaikan belasungkawanya.
"Kami telah bekerja bersama selama bertahun-tahun," sambung Putin.
Zinichev memimpin Kementerian Situasi Darurat sejak 2018. Pendahulunya mengundurkan diri tidak lama setelah terjadi kebakaran besar di pusat perbelanjaan Siberia menewaskan lebih dari 60 orang.
Baca Juga: Keluarga Bongkar Celengan Keponakan yang Sudah Meninggal, Isinya Bikin Nangis Haru
Dalam biografi yang diterbitkan pemerintah Rusia, Zinichev lahir di St Petersburg dan bertugas di dinas keamanan dari tahun 1987-2015.
Situs berita RBC melaporkan jika Zinichev juga menjabat sebagai pengawal dan pembantu pribadi presiden Rusia.
Beberapa foto Putin di acara-acara publik selama beberapa tahun menunjukkan Zinichev berdiri di sampingnya.
Zinichev kemudian menjadi wakil kepala Dinas Keamanan Federal sekaligus menjabat sebagai penjabat gubernur regional Kaliningrad.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!