Suara.com - Aksi siswa saat akan memulai kegiatan belajar mengajar secara online menjadi viral. Siswa ini nekat absen dengan menggunakan suara Google sampai membuat teman-temannya ikut ngakak.
Momen kocak ini dibagikan oleh akun TikTok @cokoboba. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 2,2 juta kali dan mendapatkan hampir 200 ribu tanda suka.
"Mohon maaf bengek. #fyp #onlineclass," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Sabtu (11/9/2021).
Dalam video, siswa perempuan ini membagikan video saat akan memulai pelajaran. Ia menunjukkan tampilan layar laptop nya yang sedang menggunakan aplikasi Zoom untuk kelas online.
Sebelum pelajaran dimulai, guru seperti biasa akan mengabsen murid-muridnya. Sang guru memanggil satu per satu nama siswanya untuk memastikan mereka online.
Siswa-siswa lain pun menjawab panggilan ibu guru dengan kalimat, "Hadir bu". Mereka melakukan absen dengan normal.
Namun, semua itu berubah saat siswa perempuan ini dipanggil. Ia bukannya menjawab, tetapi malah menekan tombol speaker di ponselnya.
Ternyata, siswa ini berniat membiarkan suara dari Google untuk menjadi perwakilannya. Suara Google itu tampak menyahut "Hadir bu" sebanyak 2 kali dengan nada panjang dan malas.
Sontak, suara perempuan dari Google itu langsung membuat teman-temannya tak kuasa menahan tawa. Meski telah berusaha, namun terdengar sejumlah suara siswa yang ikut cekikikan.
Baca Juga: Viral MC di Bali Diduga Mendapat Diskriminasi Saat Acara yang Dihadiri Gubernur Bali
Beruntung, aksi siswa ini tidak mendapatkan teguran dari gurunya. Sang guru justru tetap melanjutkan absen seolah tidak menyadari kelakuan siswanya itu.
Momen itu langsung mendapatkan perhatian luas warganet. Mereka yang melihat aksi siswa itu ikut terhibur dan menuliskan beragam komentar kocak.
Banyak yang terheran-heran dengan sikap mager siswa itu, sampai menyahut absen saja tidak mau.
"Mbah Google nya mengcapek," sahut warganet.
"Jangan dua kali jadi ngakak," tambah yang lain.
"Jangan dipakai pas guru atau dosen killer," saran warganet.
Berita Terkait
-
Viral MC di Bali Diduga Mendapat Diskriminasi Saat Acara yang Dihadiri Gubernur Bali
-
Viral Curhatan MC di Bali Diduga Didiskriminasi, Niluh Djelantik Buat Surat Terbuka
-
GP Ansor Malang Bersiap Polisikan Gus Idris Akibat Video Pasangan Gancet
-
Viral Emak-emak Mati Gaya, 'Terkepung' Ali Syakieb, Samuel Rizal dan Rizky Billar
-
Miris! Viral Video Pemuda Bawa Lumba-lumba Boncengan Naik Motor, Tuai Hujatan Massal
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025