Suara.com - Kepadatan lalu lintas kembali terjadi di jalur Puncak, Bogor, di tengah uji coba pemberlakuan ganjil genap.
Pantauan ANTARA dari lokasi, terlihat kemacetan terjadi mulai Sabtu (11/9/2021) malam, setelah lengang di hari sebelumnya, Jumat (10/11/2021).
Kemacetan hingga dua kilometer dimulai dari Simpang Cipayung, hingga Kecamatan Cisarua, Pasar Cisarua, dan Hotel Royal Safari Garden, hingga pertigaan Taman Safari.
Di Simpang Cipayung, kendaraan roda empat dan roda dua terpaksa tersendat karena menunggu keluarnya kendaraan dari gang di samping masjid setempat.
Sementara itu di titik Kecamatan Cisarua kendaraan kembali mulai antre dengan kecepatan di bawah 20 meter per jam.
Sedikit mengalir, lalu lintas di Royal Safari Garden sampai Pasar Cisarua padat merayap.
Pemberlakuan satu jalur arah Jakarta dari Cianjur membuat kendaraan begitu padat di lajur kiri.
Sejumlah usaha warung pinggir jalan kembali dipadati pengunjung yang sekadar beristirahat untuk menuju Puncak Pass.
Pemberlakuan satu jalur arah Jakarta telah diberlakukan dua kali pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB dan pukul 18.00 hingga pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: Cari Celah Kekosongan Petugas, Pelanggar Ganjil Genap Berusaha ke Puncak Bogor
Kasatlantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan petugas gabungan langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas satu jalur arah Jakarta untuk mengurai kemacetan.
Berita Terkait
-
Libur Imlek, Ribuan Kendaraan Serbu Puncak
-
Kemensos Beri Santunan untuk Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua
-
Wamensos Salurkan Santunan Duka Korban Longsor Cisarua
-
Satu Nama Satu Rasa! Persib dan Musisi Bandung Galang Dana Bantu Korban Longsor Cisarua
-
Pakar Ungkap Penyebab Longsor Cisarua, Faktor Alam Jadi Pemicu Utama
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri