Suara.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmojo mengakui banyak data yang tidak akurat dalam penyaluran Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) oleh BRI.
Dengan data yang tidak akurat, lanjut Kartika, membuat banyak rekening BPUM diblokir.
"Ini problem karena banyak data yang enggak akurat sehingga banyak rekening BPUM yang diblokir dan sebagainya. Ini yang membuat kemarin banyak isu yang bantuan produktif Ultra mikro," ujar Kartika dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (22/9/2021).
Maka dari itu, Pria yang akrab disapa Tiko ini bakal membuat data analitik usaha-usaha masyarakat lewat Holding Ultra Mikro yang dipimpin BRI.
Sehingga, lanjutnya ke depan, pemerintah dan perbankan punya data akurat dalam menyalurkan bantuan-bantuan sosialnya.
"Jadi nanti mau Kementerian koperasi mau kementerian keuangan siapapun mau melakukan aktivitas pemberdayaan masyarakat Ultra mikro atau mikro ya nanti datanya ada di kita semua tidak perlu lagi mencari data di berbagai sumber yang lain," ucap dia.
Dalam hal ini, Tiko juga mendorong pelaku usaha mikro mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mempermudah pengumpulan data analitik tersebut.
"Kita sudah ada MoU juga dengan BKPM supaya nanti seluruh entitas Ultra mikro ini pun juga mempunyai nomor induk yang terdaftar secara resmi. karena banyak ini kemarin kan banyak yang perorangan belum punya nomor induk resmi," pungkas dia.
Baca Juga: Menteri Erick Thohir Usul Kementerian Punya Kewenangan Bisa Menutup BUMN dalam Revisi UU
Berita Terkait
-
INFO LOKER PT Telkom Terbaru, Ada 38 Posisi Lowongan
-
Menteri Erick Thohir Sebut Ada Korupsi Terselubung yang Bikin PTPN Berutang Rp 43 Triliun
-
Menteri Erick Thohir Usul Kementerian Punya Kewenangan Bisa Menutup BUMN dalam Revisi UU
-
Link Lamaran Lowongan Kerja Telkom September 2021 untuk Lulusan S1 dan S2
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok