Suara.com - Seorang pemilik kedai makanan khas Jepang viral di media sosial setelah menyampaikan permintaan maaf karena tidak memberikan isian kuenya secara penuh.
Menyadur World Of Buzz Kamis (22/9/2021), Junya Hashimoto adalah pemilik kedai makanan khas Jepang bernama Taiyaki no Bunfukuya di Kota Gyoda, Prefektur Saitama.
Kedai milik Junya tersebut dikenal menjual kue-kue tradisional Jepang berbentuk ikan yang disebut taiyaki.
Karena pandemi Covid-19, penjualan Hashimoto turun lebih dari 70%. Untuk menanggulangi masalah tersebut, Junya terpaksa menaikkan harga.
Setelah menaikkan harga, Junya merasa bersalah dan kemudian memutuskan untuk menambah isian kuenya menjadi lebih banyak. Namun, itu tetap membuatnya rugi.
Menurut laporan SoraNews, jika Hashimoto terus menjual taiyaki dengan banyak isian, tokonya akan segera gulung tikar.
Karena dia tidak ingin menaikkan harga lagi, dia tidak punya pilihan selain kembali mengurangi jumlah isian kuenya.
Itu adalah keputusan yang sangat sulit bagi Hashimoto. Dia masih merasa tidak enak dan memutuskan untuk menyampaikan permohonan maaf.
"Sejujurnya, saya biasa memasukkan banyak anko (pasta kacang merah) di dalamnya, tetapi tidak ada untungnya. Saya akan mengurangi jumlah anko karena tokonya akan bangkrut. Tolong maafkan saya." tulis Junya melalui akun media sosial Twitter.
Baca Juga: Asal Indonesia, Irene Nikkein Jabat Direktur Regional Rolls-Royce Asia Pasifik
Tweet Hashimoto tersebut menerima lebih dari 27.000 retweet dan 65.000 like pada saat diposting. Banyak yang mendukung mengirimkan ucapan selamat.
Beberapa bahkan berjanji untuk datang ke toko dan membeli kue-kuenya, berharap itu akan membantu bisnis Hashimoto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
-
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Dukung KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu, PAN: Rakyat Harus Pilih Kapasitas, Bukan Isi Tas
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi
-
Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia