Suara.com - Viral di media sosial sebuah cuitan tentang harga tiket pesawat rute Jakarta-Papua hingga mengundang beragam tanggapan dari warganet.
Cuitan yang diunggah oleh akun Twitter @/ArnoldBelau pada Jumat (24/9/2021) tersebut memperlihatkan tangkapan layar aplikasi pemesanan tiket pesawat.
Di sana tertera harga tiket sekali jalan dari Jakarta ke Jayapura, Papua. Dari tiga penerbangan yang diperlihatkan, harga tiketnya berkisar diangka Rp 19 juta hinga Rp 20 juta.
Sebut harga biadab
Pria tersebut lantas memperlihatkan reaksi kaget saat mengunggah harga tiket pesawat tersebut. Ia bahkan menyebut harga tiket pesawat biadab sekali karena menyentuh angka Rp 20 juta sekali terbang.
"Jerusssss..... Ini tiket dari negara mana ke negara mana sampe 20 juta nih?? Bangs*t! Biadab Sekali harganya," tulis akun tersebut dikutip suara.com, Sabtu (25/9/2021).
Kelas bisnis
Warganet yang melihat cuitan tersebut lantas menyoroti kelas yang dipilih oleh pria pemilik akun itu. Harga Rp 20 juta tersebut ternyata untuk penerbangan kelas bisnis, bukan kelas ekonomi.
"Elo milihnya kelas bisnis, kalau ekonomi bisa di bawah itu. Suka banget menggiring opini," tulis salah seorang warganet.
Baca Juga: International Ethnic Music Festival 2021, Candasuara Tampilkan Dua Karya Musik Tradisional
Warganet tersebut lantas memperlihatkan harga tiket pesawat Jakarta-Papua untuk kelas ekonomi yang ternyata harganya masih cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta.
Disebut lebih mahal dari tiket ke Arab
Salah seorang warganet lain yang menanggapi cuitan tersebut justru memperlihatkan harga tiket pesawat yang lebih mencengangkan.
Ia membandingkan harga tiket Jakarta-Papua dengan Jakarta-Jeddah untuk kelas yang sama-sama ekonomi. Ternyata harga untuk ke Papua jauh lebih mahal.
"@/jokowi @/kemenhub151 @/budimandjatmiko mana keadilan sosialnya? Lebih murah ke Jedah Saudi daripada ke Timika. Weleh...." ujar warganet tersebut.
Dalam tangkapan layar yang diperlihatkan dalam cuitan warganet tersebut, tampak harga tiket pesawat Jakarta-Tembagapura/Timika untuk kelas ekonomi sebesar Rp. 20.814.600, sedangkan tiket Jakarta-Jeddah hanya sebesar Rp. 7.189.600.
Berita Terkait
-
Kronologi Penangkapan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Tersangka Baru KPK
-
International Ethnic Music Festival 2021, Candasuara Tampilkan Dua Karya Musik Tradisional
-
PON Papua: Motivasi Tinggi, Pesenam Jateng Siap Curi Medali
-
Bangganya Ganjar Pranowo Usai Esports Jateng Lolos Final PON Papua
-
Penambahan Lahan Baru untuk TPST Bantargebang
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular