Suara.com - Viral momen seorang bapak-bapak menunggu lampu lampu lalu lintas yang berwarna merah berubah jadi warna hijau. Bukan tanpa alasa, ia membunuh waktu dengan mencari kutu di kepala anaknya.
Aksi tersebut menjadi viral di media sosial setelah tertangkap kamera CCTV Dishub Kota Bandung dan kembali diunggah oleh akun TikTok @daninurohman10.
"Ya Allah Pak," tulis pemilik akun TikTok sebagai keterangan ungghan seperti dikutip oleh Suara.com,
Dalam video singkat yang diunggah, pengendara sepeda motor tersebut terlihat tidak mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.
Pertama, ia berhenti dan memarkirkan kendaraannya melewati zebra cross. Kedua, pengendara tersebut tidak memakai helm saat berkendara.
Tentu saja Operator Area Traffic Control System (ATCS) langsung menegurnya melalui pengeras suara. Operator tersebut meminta bapak itu untuk putar balik.
"Selamat siang, selamat datang di simpang Cibaduyut. Himbauan untuk kendaraan roda dua dari arah Cibaduyut, pengendara yang tidak menggunakan helm silahkan putar balik," kata operator.
Namun pengendara tersebut tidak. menghiraukan tegurannya. Ia malah asyik mencari kutu di kapala anaknya yang membonceng di sepeda motor bagian depan.
"Bapak yang sedang mencari kutu silahkan putar balik pak, tidak mencari kutu," tegur operator sekali lagi.
Baca Juga: Drakor Squid Game Lagi Digandrungi, Ini Pesan Psikologis yang Bisa Dipetik
Melihat unggahan tersebut, warganet tak kuasa menahan tawa. Mereka memberikan beragam komentar di kolom komentar.
"Bagus pak, kadang rakyat aja nggak didengar aspirasinya," celetuk warganet.
"Cuek-cuek aja si bapak, kadang plat nomor cuma 4 angka nggak diingat-ingat sedangkan nomor HP ada 12 angka bisa diingat," tutur warganet.
"Terlalu lama ya pak durasi lampunya," ujar warganet.
"Diteriakin baru ngeh si bapak," ucap warganet.
"Anaknya tekanan batin pasti, jangan jadi bapakku kau," canda warganet.
"Itu kutunya lagi lari-lari pasti, jadi nggak bisa berhenti sebelum dapet," tutur warganet.
Video yang mungkin anda lewatkan:
Tag
Berita Terkait
-
Drakor Squid Game Lagi Digandrungi, Ini Pesan Psikologis yang Bisa Dipetik
-
Viral Momen Menegangkan Tim SAR Gagal Evakuasi Mbah Maridjan di Gunung Merapi
-
Tragis! Pria Ini Bunuh Ibu Kandungnya Gara-gara Murtad
-
Viral Kuburan Pakai Kode QR di Batu Nisan, Benarkah?
-
Diduga Selingkuh, Seorang Pemuda Disiram Pacar di Depan Selingkuhan, Warganet: Malunya Itu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan