Mengutip dari laman resmi komcad.kemhan.go.id, bagi anggota Komcad yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah akan diberi pangkat yang mengarah ke penggolongan pangkat TNI. Adapun pangkat komcad ini berlaku selama masa aktif mereka.
Mengenai seragam komcad, dikabarkan tidak jauh berbeda dengan seragam TNI, seperti yang dikutip dari akun instagram @infokomando, Jumat (8/10/2021), yakni sebagai berikut:
- Seragam tak jauh berbeda dengan seragam TNI
- Pada bagian dada sebelah kanan, tercantum nama personel
- Pada bagian dada sebelah kiri tercantum TNI-KC yang artinya Komponen Cadangan TNI.
- Penempatan logo Komcad terletak pada bagian atas papan korps TNI-Komcad
- Personel Komcad dibekali baret berwarna hijau yang hampir mirip dengan Korps Infanteri
- Pada bagian lengan sebelah kiri terdapat badge Mabes TNI yang lengkap dengan satu tanda pangkat balok berwarna merah yang mirip dengan pangkat prada atau pangkat terendah di TNI
- Pada bagian lengan sebelah kanan terdapat badge nama Divisi
Perbedaan Komcad dengan Wajib Militer
Kemenhan menyampaikan bahwa komcad bukanlah wajib militer seperti yang ada di negara Korea Selatan. Wajib Militer di Korea Selatan bersifat wajib, sedang komcad bersifat sukarela dan tak ada paksaan. Komcad juga boleh diikuti siapa saja.
Nah, itulah informasi mengenai apa itu komcad dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan komponen cadangan TNI. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca semua.
Kontributor : Ulil Azmi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan