Suara.com - Antrean pengunjung yang ingin menyaksikan perlombaan PON XX Papua cabang olahraga akuatik di Kampung Harapan Kompleks Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura membludak. Bahkan, sempat terjadi keributan antara pengunjung dengan aparat kepolisian yang berjaga.
Pantauan Suara.com pukul 19.00 WIT, terlihat pengunjung memadati bagian luar pintu masuk arena. Mereka ingin menyaksikan partai final renang yang akan segera digelar.
Banyak di antara pengunjung ini bahkan sudah sejak sore hari menunggu untuk menyaksikan perlombaan loncat indah yang sudah digelar sebelumnya. Karena tak kebagian tempat, mereka masih menunggu hingga partai selanjutnya.
Sejumlah pengunjung yang tak sabar karena menunggu sejak lama terlihat berteriak ke arah petugas. Sejumlah aparat kepolisian pun ikut menjelaskan mengenai situasi yang terjadi.
"Di dalam itu terbatas, ada aturannya. Nanti kalau melanggar siapa yang kena omel," kata petugas itu di lokasi, Minggu (10/10/2021).
Melihat situasi yang semakin ramai, salah seorang petugas kepolisian menggunakan pengeras suara di dalam mobil polisi. Ia berusaha menenangkan para pengunjung.
"Mohon tenang, jangan ada yang mau ikut provokator," katanya.
Ia pun meminta agar pengunjung mengikuti aturan dari panitia yang berjaga di pintu. Tidak boleh saling serobot yang menimbulkan gesekan antara pengunjung.
"Ikuti protokolnya dari panpel (panitia pelaksana). Semuanya harap bersabar," kata polisi itu.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Susanti Ndapataka Peraih Emas untuk NTT yang Tinggal di Gubuk
Pengunjung pun menjalani pemeriksaan tiket satu persatu. Pada akhirnya, tidak semua orang bisa masuk menyaksikan pertandingan renang karena keterbatasan kapasitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?