Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang menyampaikan narasi bahwa pernyataan dari kader PDIP yang menyebut dirinya butuh PKI.
Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Bunga Mawar, tampak beberapa pria beratribut PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).
Mereka diklaim mengatakan kalimat yang berbunyi 'Aku butuh PKI'.
Dalam unggahan itu juga ditulis bahwa PDIP harus dibubarkan suatu saat nanti karena kadernya menyampaikan pernyataan seperti yang dinarasikan dalam thumbnail video.
Berikut narasi selengkapnya:
Narasi dalam video:
"AKU BUTUH PKI"
Narasi postingan:
"Itulah makanya PDIP harus dibubarkan suatu saat nanti"
Lantas benarkah narasi tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran tim cek fakta turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, diketahui bahwa klaim yang disampaikan dalam video tersebut tidaklah benar.
Pasalnya, diketahui bahwa orang-orang dalam video tersebut bukan meneriakkan kalimat 'Aku butuh PKI' melainkan 'Aku dudu PKI', yang dalam bahasa Indonesia berarti 'Aku bukan PKI'.
Hal ini diketahui dari video berjudul 'AKU PDI PERJUANGAN, AKU DUDU PKI' (Aku PDI Perjuangan, Aku Bukan PKI) yang diunggah di kanal Youtube Desy Tiyana pada 27 Juni 2020 silam.
Kata 'dudu' berasal dari bahasa Jawa memiliki arti 'bukan;lain;beda'. Dengan demikian, konteks kalimat yang diteriakkan dalam video tersebut berarti 'Aku bukan PKI'.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, konten yang disebarkan oleh akun FB Bunga Mawar tidaklah benar. Konten tersebut masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
Ramai Video Ibu Tiri Nizam Sudah Ditahan, Benarkah Terkait Kasus di Sukabumi?
-
Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini
-
Usai Diinterogasi Polisi atas Meninggalnya Bocah NS, Ibu Tiri Nangis-Nangis Minta Maaf
-
Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Danantara Gandeng Arm Limited, Indonesia Siap Jadi Produsen Chip!
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
-
Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
-
KPK Ajukan Penundaan Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ini Alasannya
-
LLDIKTI Wilayah IX Tekankan Pemanfaatan Bijak Dana Beasiswa di ITB Nobel Indonesia
-
Daftar Tempat Menarik untuk Menunggu Maghrib di Wilayah Bandung Barat
-
Kasus Suap Impor Barang KW, KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga