News / internasional
Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Ilustrasi bendera Jerman.[Unsplash/Bram]

Suara.com - Masjid terbesar di Jerman akhirnya kembali diizinkan untuk mengumandangkan azan melalui pengeras suara pada Jumat (15/10/2021) sore waktu setemat.

Menyadur Al Jazeera Selasa (12/10/2021), keputusan tersebut setelah Pemerintah Kota Cologne dan komunitas Muslim sepakat untuk melonggarkan pembatasan.

Sedikitnya 35 masjid di Kota Cologne kini diizinkan untuk mengumandangkan azan hingga lima menit antara siang hingga pukul 03.00 sore waktu setempat.

salah satu masjid yang diizinkan untuk mengumandangkan azan adalah Masjid Pusat Cologne, yang dibuka pada tahun 2018.

Baca Juga: Makedonia Utara vs Jerman: Menang 4-0, Der Panzer Dipastikan Lolos Piala Dunia 2022

Masjid tersebut juga menjadi titik nyala sentimen anti-Muslim dari partai sayap kanan yang tumbuh lebih kuat setelah masuknya pencari suaka pada 2015-2016.

"Mengizinkan panggilan azan bagi saya adalah tanda hormat," tulis Walikota Cologne Henriette Reker di Twitter.

Suara azan akan terdengar sama kerasnya dengan lonceng katedral Cologne, gereja Gotik terbesar di Eropa bagian utara. Dengan demikian warga yang tiba di stasiun kereta api utama kota akan mendengarkannya.

"Ini menunjukkan bahwa keragaman dihargai dan hidup di Cologne," jelas Henriette Reker.

Selama kontroversi seputar pembangunan masjid besar, para pendukung meyakinkan publik bahwa itu tidak akan secara rutin menyiarkan azan, atau azan, yang dikumandangkan lima kali sehari di negara-negara Muslim.

Baca Juga: Israel Gusur Kuburan Muslim di Dekat Masjid Al Aqsa Yerusalem Timur

Pemerintah mengatakan masjid yang ingin mengumandangkan azan harus mematuhi batasan volume pengeras suara yang telah ditentukan.

Pengurus masjid yang menjadi muazin juga harus memberi tahu warga di lingkungan sekitarnya sebelum mengumandangkan azan.

Sekitar 4,5 juta Muslim tinggal di Jerman, kelompok minoritas agama terbesar.

Komentar