Suara.com - Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sholat Dhuha dikerjakan saat fajar hingga memasuki waktu sholat Dzuhur. Sebelum itu, kamu perlu mengetahui niat sholat dhuha terlebih dahulu.
Anjuran untuk melaksanakan sholat Dhuha ini telah tertera dalam hadist riwayat Abu Daud, dari Nu'aim bin Hammar Al Ghothofaniy, saat beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Allah Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang." (HR Abu Daud).
Sholat Dhuha dilakukan seperti sholat pada umumnya namun ada sedikit perbedaan dalam jumlah rakaatnya. Umat muslim dapat melaksanakan sholat Dhuha mulai 2 hingga 12 rakaat sesuai kemampuan masing-masing. Jika melakukan sholat lebih dari 2 rakaat, salam harus dilakukan setiap rakaat kedua.
Niat sholat dhuha
Sebelum melaksanakan sholat Dhuha, diwajibkan untuk mengucapkan bacaan niat sholat dhuha terlebih dahulu. Berikut bacaan latin niat sholat dhuha.
“Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa”
Artinya: Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Tata Cara Mendirikannya dan Doa Dhuha yang Benar
Membaca doa setelah sholat dhuha merupakan hal yang disunnahkan. Seorang muslim dapat menggunakan berbagai macam doa yang diinginkkan. Namun, alangkah baiknya jika berdoa dengan menyebut pujian kepada Allah SWT hingga permintaan yang ingin dikabulkan.
Berikut ini adalah salah satu contoh doa setelah sholat dhuha yang banyak dipakai oleh umat muslim usai melaksanakan sholat dhuha.
"Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin."
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.
- Niat sholat Dhuha
- Doa Iftitah
- Membaca urat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek
- Ruku'
- I'tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri dan melaksanakan rakaat kedua (tata caranya sama dengan rakaat pertama hingga sujud kedua)
- Tasyahud akhir
- Salam
- Diakhiri dengan doa setelah sholat dhuha
Itulah informasi mengenai niat sholat dhuha lengkap dengan doa dan tata cara untuk melaksanakannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar