-
Simbol Kehangatan Keluarga dan Partai Momen Prananda dan Puan mencium Megawati di Rakernas I PDIP 2026 menjadi simbol kehangatan keluarga sekaligus menunjukkan soliditas internal partai di hadapan seluruh kader yang hadir.
-
Peluncuran Buku Manajemen Risiko Bencana PDIP meluncurkan buku "Spirit Kemanusiaan" yang merangkum pemikiran Megawati Soekarnoputri mengenai manajemen mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, dan aksi nyata kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia secara mendalam.
-
Komitmen Kemanusiaan dan Pendidikan di Aceh Melalui dialog virtual dan Kapal RS Laksamana Malahayati, Megawati memastikan bantuan logistik medis serta pemulihan fasilitas pendidikan bagi warga terdampak bencana di Aceh berjalan dengan cepat.
Suara.com - Prananda Prabowo dan Puan Maharani kompak memberikan kecupan kasih sayang kepada ibunya, Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.
Kecuapan dari dua buah hatinya tersebut diterima Megawati pada hari kedua Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Momen hangat Prananda, Puan, dan Megawati tersebut berlangsung di depan latar peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan menjadi simbol kebersamaan keluarga sekaligus soliditas internal partai.
Tampak Prananda Prabowo dan Puan Maharani mencium pipi Megawati dari sisi kanan dan kiri secara bersamaan. Adapun Megawati berdiri di tengah, mengenakan busana merah khas partai.
Menyambut kecupan dan kedua anaknya, Megawati tampak tersenyum hangat, mencerminkan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Momen emosional tersebut terabadikan usai Megawati bersama Prananda dan Puan mengikuti agenda dialog virtual dengan warga terdampak bencana di Aceh dan kru Kapal RS Malahayati, serta meluncurkan buku berjudul ‘Spirit Kemanusiaan’.
Luncurkan Buku
DPP PDI Perjuangan melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) meluncurkan buku berjudul ‘Spirit Kemanusiaan: Manajemen Risiko Bencana ala Megawati Soekarnoputri’ dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Megawati Soekarnoputri bersama kedua anaknya, Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo dan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani turut hadir.
Baca Juga: Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan buku tersebut menggambarkan secara mendalam manajemen mitigasi bencana dan kepedulian tinggi Megawati Soekarnoputri terhadap gerakan pelestarian lingkungan.
“Buku ‘Spirit Kemanusiaan’ menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri dan perhatian beliau yang begitu besar terhadap berbagai gerakan menjaga lingkungan dan bumi,” kata Hasto.
Hasto menegaskan peluncuran buku bertepatan dengan aksi nyata kemanusiaan PDIP melalui Kapal RS Laksamana Malahayati yang tengah menjalankan misi gotong royong pengobatan dan pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.
Sebelum peluncuran, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning melaporkan aksi kemanusiaan PDIP di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
“Kami bergerak sejak 5 Desember. Tim kesehatan sudah kami turunkan ke Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” ujar Ribka.
Ia menjelaskan tim medis tersebut terdiri dari dokter-dokter diaspora lulusan China, Kuba, dan Irlandia, serta tenaga medis dalam negeri dari FK UKI dan Rumah Sakit Royal Prima Medan.
Pada 29 Desember 2025, PDIP mengirimkan 30 unit ambulans yang dibagi ke tiga provinsi, ditambah satu mobil tangki dan satu mobil komando khusus untuk wilayah Aceh.
“Setiap hari kami melakukan pengobatan gratis, trauma healing, dan dapur umum. Saya baru tiba kemarin malam karena ingin menerima medali dari Ibu. Kami bahkan pernah menempuh perjalanan 30 jam lewat darat demi tugas kemanusiaan ini,” ujarnya.
Instruksi Megawati
Megawati memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh melalui dialog virtual via Zoom.
Sebelumnya, PDIP telah mengirimkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati ke Aceh untuk membantu warga terdampak. Kapal tersebut membawa tim dokter, tenaga kesehatan, hingga sukarelawan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana).
Melalui daring, Megawati berdialog dengan penanggung jawab tim di lapangan, yakni Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu dan tim dokter. Megawati menanyakan kebutuhan mendesak yang harus segera dikirimkan dari Jakarta guna mempercepat pemulihan warga.
Tim dokter melaporkan perlunya suplai susu untuk bayi usia 0-6 bulan dan makanan pendamping ASI. Setelah koordinasi logistik, Sri Rahayu mempersilakan seorang warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Megawati.
"Mohon izin Ibu, ada warga yang ingin menyampaikan terima kasih," ujar Sri Rahayu melalui sambungan Zoom.
"Assalamualaikum, Ibu Megawati," sapa warga tersebut.
"Waalaikumsalam," jawab Megawati.
"Terima kasih, Ibu Megawati. Hari ini saya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapat tambahan vitamin, dan mendapat hadiah dari ulang tahun PDIP," ujarnya kepada Megawati.
Megawati lantas menanyakan jumlah anak warga tersebut. Ibu itu menjelaskan bahwa ia memiliki dua anak; yang sulung berusia 17 tahun dan yang bungsu berusia 21 bulan. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku sekolah menengah.
Mendengar hal itu, Megawati langsung menanyakan kondisi akses pendidikan pascabencana.
"Maksud saya, apakah sekolah itu terkena bencana sehingga anaknya tidak masuk sekolah? Atau sekarang apakah sudah mulai bersekolah lagi?" tanya Megawati.
"Masih bersih-bersih sekolah, belum mulai belajar," tuturnya.
Megawati berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan segera tuntas agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.
"Insyaallah bisa cepat segera dilakukan (pembersihan), supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu," ujar Megawati.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?