Suara.com - Beredar video yang memperlihatkan keributan di sebuah kafe yang ada diduga berada di Bali.
Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang diduga sebagai staf kafe tersebut.
Pria itu cekcok dengan rombongan pengunjung kafe tersebut. Dia disebut mengusir pengunjung karena dinilai tak mampu membayar.
Video yang memperlihatkan keributan di dalam kafe tersebut beredar di media sosial.
Kronologi
Berdasarkan unggahan yang beredar, awalnya si pengunjung mengaku mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari pria tersebut.
Pengunjung meminta untuk berpindah lokasi karena cuaca panas. Dia merasa tidak nyaman berada di tempat yang dipilihkan.
Akan tetapi, pengunjung bercerita dirinya dan teman-temannya mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan.
Pengunjung tersebut merasa si pria yang merupakan staf kafe tersebut tidak melayani dengan baik.
Baca Juga: Viral Ibu Panik Anaknya Telan 6 Baterai, Dokter dan Perawat Syok Lihat Hasil Sinar X
Dalam unggahan tersebut dijelaskan, staf kafe itu menuding mereka tidak memiliki uang.
Pria tersebut kemudian memanggil security yang ada di kafe itu.
Hingga akhirnya, pengunjung merasa emosi dan berujung dengan cekcok satu sama lain.
Mereka terlihat berdebat. Pria tersebut bahkan mengaku dirinya merupakan lulusan luar negeri.
Klarifikasi Staf Kafe
Di samping permasalahan tersebut, pria yang viral di video itu memberikan klarifikasinya.
Pria tersebut mengaku tersinggung dengan perkataan pengunjung. Pria itu mengaku disebut sebagai babu (pembantu).
"Bukan sombong, saya tersinggung dengan perkataan mereka kalau saya dibilang babu berkali-kali," ujarnya.
Kemudian, dirinya menjelaskan awal mula permasalahan itu muncul.
Menurutnya, dia hanya meminta pengunjung untuk membeli voucher apabila ingin mengganti tempat duduk.
"Saya hanya meminta mereka untuk membeli voucher bila ingin menggantinya dengan tempat duduk. Apapun sikap tamu yang datang bagi saya mereka adalah tamu saya. Tugas saya untuk membuat mereka betah dan senang. Apalagi mereka liburan," jelas pria itu.
Berita Terkait
-
Asal Usul Penamaan Desa Adat Tuban di Bali, Mulai Istilah Angker Hingga Minuman
-
Viral Ibu Panik Anaknya Telan 6 Baterai, Dokter dan Perawat Syok Lihat Hasil Sinar X
-
Pria Bikin Gaun Pesta Pakai Bahan Kain Sisa, Hasil Jahitan di Luar Dugaan
-
Istri Punya Bekas Operasi Sesar Tapi Anak Minta Gendong, Reaksi Suami Jadi Sorotan
-
CEK FAKTA: Viral Ayah Kandung Nikahi Putrinya dan Ibu Hanya Bisa Pasrah, Benarkah?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel