Suara.com - Dua senator AS telah mendesak Presiden Joe Biden untuk mengesampingkan sanksi terhadap India atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia karena tindakan hukuman seperti itu akan membahayakan kerja sama yang berkembang.
Reuters melaporkan, Rabu (27/10/2021), India menandatangani kesepakatan senilai 5,5 miliar dolar AS dengan Rusia pada 2018 untuk lima sistem rudal “surface-to-air” untuk pertahanan melawan rival lama mereka, Pakistan dan China.
Tetapi transfer yang diusulkan telah menyebabkan gesekan dengan Amerika Serikat, yang mengesahkan undang-undang pada 2017, di mana negara mana pun yang terlibat dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia dapat menghadapi sanksi.
Senator Republik John Corny dan Senator Demokrat Mark Warner menulis surat kepada Biden, menyerukan pengabaian atas dasar keamanan nasional dan kerja sama yang lebih luas.
“Kami percaya ada keharusan keamanan nasional untuk menghapus sanksi,” kata para senator dalam surat mereka yang mereka keluarkan dalam siaran pers.
Para senator mengatakan mereka khawatir transfer sistem Rusia akan memicu sanksi terhadap India di bawah UU Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA).
India telah membayar uang muka untuk sistem S400 dan set pertama baterai rudal diharapkan akan mulai ditempatkan akhir tahun ini.
Amerika Serikat sebelumnya memberlakukan sanksi terhadap Turki karena membeli peralatan yang sama tahun lalu.
Cornyn dan Warner, yang merupakan ketua bersama dari Senat India Caucus, mengatakan mereka berbagi keprihatinan pemerintah AS tentang Rusia, tetapi mereka memperingatkan kemungkinan kerusakan kerjasama dengan India jika sanksi akan dikenakan.
Baca Juga: Aksi Korea Utara Uji Rudal Balistik Dari Kapal Selam Bikin AS Meradang
India telah mengurangi pembelian peralatan militer dari Rusia dengan penurunan 53 persen dalam ekspor senjata Rusia ke India dari 2016 hingga 2020 dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya.
Kesepakatan pertahanan India dengan Amerika Serikat di sisi lain telah meningkat dengan penjualan sebesar 3,4 miliar dollar AS pada 2020. Menurut para senator, hal tersebut adalah tren yang positif. (Jacinta Aura Maharani)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Isu Kocok Ulang Kabinet Mencuat, Bahlil Lahadalia Siap Digeser?
-
KPK Panggil Eks Menpora Dito Ariotedjo dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa Hari Ini, Eks Menpora Dito Ariotedjo Terseret Pusaran Korupsi Kuota Haji?
-
Hujan Deras Jakarta Picu Longsor di Jagakarsa, Satu Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Jakarta Siaga! Banjir Kiriman Bogor Hantam Kebon Pala, Air Naik 1,3 Meter
-
Pengemudi Mobil Tewas Saat Macet Horor Banjir Jakarta, Pramono Sampaikan Duka Cita
-
Banjir Kepung Jakarta: Puluhan Rute Transjakarta dan Mikrotrans Setop Operasi, Ini Daftarnya
-
Kado Ultah ke-79 Megawati: PDIP 'Banjiri' Indonesia dengan Gerakan Tanam Pohon
-
Eks Wamen ESDM Sebut Tak Pernah Ada Laporan Masalah Penyewaan TBBM OTM Oleh Pertamina
-
Banjir 50 Cm Tutup Outer Ring Road arah Kembangan Jakbar, Polisi Alihkan Arus dan Siagakan Personel