Suara.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) Untuk PBB Linda Thomas-Greenfield pada Rabu (20/10/2021) mengkritisi uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam oleh Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara.
“Ini adalah kegiatan yang melanggar hukum. Mereka melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan. Dan ini tidak dapat diterima,” tegasnya sebagaimana dilansir dari VOA, Kamis (21/10/2021).
Thomas-Greenfield menambahkan, bahwa “kita tidak boleh melihat peluncuran terbaru ini secara terpisah. Ini adalah yang terbaru dari serangkaian provokasi sembrono. Sejak awal September, Korea Utara telah meluncurkan beberapa rudal balistik, salah satunya diklaim oleh mereka memiliki kemampuan kendaraan luncur hipersonik baru. Diperlukan dialog berkelanjutan dan substantif untuk mencapai denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea.”
Pernyataan ini disampaikan menjelang konsultasi tertutup Dewan Keamanan PBB tentang uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam oleh Korea Utara.
Linda Thomas-Greenfield mencatat bahwa Amerika telah menawarkan untuk melangsungkan pertemuan dengan pejabat Korea Utara “tanpa prasyarat apapun, dan kami telah menjelaskan bahwa kami tidak memiliki niat bermusuhan dengan mereka.”
Sementara itu, berbicara atas nama Prancis, Estonia, dan Irlandia, Duta Besar Irlandia Untuk PBB Geraldine Byrne Nason “mengutuk tegas tindakan provokatif Korea Utara yang merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.”
Ia menyambut baik diskusi di Dewan Keamanan pada Rabu itu dan mengatakan “tindakan (peluncuran) rudal dan nuklir secara terus menerus, dan program senjata pemusnah massal lainnya” mewakili ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan itu dan dunia. (Sumber: VOA)
Berita Terkait
-
Korea Utara Kembali Uji Tembak Rudal Balistik, Kali Ini Dari Kapal Selam
-
6 Artis Korea Utara Tercantik, O Mi Ran Hingga Hong Yong Hui
-
Militer Korea Utara Unjuk Kekuatan Fisik: Tidur di Atas Paku hingga Patahkan Rantai Besi
-
Sinopsis Crash Landing on You, Drakor yang Soroti Konflik Korsel-Korut
-
Teologi Minjung sebagai Gerakan Rakyat Jelata di Korea Selatan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Konflik Polri-Kejagung Memanas, Benny K Harman Desak DPR Gulirkan Hak Angket
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan
-
Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah
-
Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022