Suara.com - Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Anita Wahid turut merespons tindakan polisi yang memaksa memeriksa gawai milik seorang pemuda tanpa mengantongi surat izin. Anita menilai yang dilakukan anggota polisi Aipda Ambarita bertentangan dengan undang-undang.
Anita mengatakan, polisi itu berhak mengecek gawai seseorang jika sudah menemukan bukti-bukti kuat kalau yang bersangkutan melakukan tindak pidana. Namun, hak tersebut tidak lantas digunakan untuk seluruh keperluan polisi.
"Ada hal yang memang membuat polisi menjadi valid untuk mengecek hp karena ada indikasi-indikasi tertentu yang memperlihatkan bahwa orang ini melakukan tindakan pidana," kata Anita saat ditemui di Goodrich Suites, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2021).
Menurut Anita, pihak kepolisian harus tetap memiliki surat izin apabila hendak melakukan pengecekan ponsel.
Lagipula, ia sempat heran ketika ada anggota kepolisian yang melakukan pengecekan gawai warga sipil tanpa ada alasan yang kuat.
"Harus ada benar-benar dugaan bahwa misalnya saya melihat kamu mengeluarkan senjata tajam ada tanda-tandanya lagi menguntit orang, ada kemungkinan nih, itu pun saya harus membawa surat yang menyatakan kamu ada kecurigaan melakukan pidana," ujarnya.
Di sisi lain, Anita menganggap bahwa tindakan polisi tersebut menunjukkan dengan mudahnya hak-hak individual kemudian dirampas oleh kekuatan otoritas.
"Karena hak-hak individual main dikebiri begitu saja, apalagi dengan mengatasnamakan otoritas seakan-akan menjadi penegak hukum artinya punya otoritas macam-macam."
Viral di Media Sosial
Baca Juga: Mengenal Siapa Aipda Ambarita, Anggota Polres Metro Jakarta Timur yang Dimutasi
Anggota polisi menyita dan memeriksa handphone pemuda tanpa surat izin viral di media sosial. Video terkait arogansi oknum anggota ini ditayangkan dalam program di televisi swasta hingga ramai diunggah ulang di TikTok hingga Twitter.
Video tersebut salah satunya diunggah ulang akun Twitter @xnact. Dia menyoroti tindakan anggota tersebut yang salah satunya diketahui merupakan Aiptu Ambarita.
Dalam video itu, Aiptu Ambarita terlihat ngotot jika aparat kepolisian memiliki wewenang untuk memeriksa handphone milik salah satu pemuda saat mereka tengah melaksanakan razia malam.
Padahal, pemuda tersebut telah menolak, sebab dia merasa itu ranah privasinya. Terlebih, pemuda itu juga merasa tidak melakukan suatu tindak pidana.
"Polisi tiba-tiba ambil HP lalu periksa isi HP dengan alasan mau memeriksa barangkali ada rencana perbuatan pidana yang dilakukan melalui HP. Boleh tapi harus didahului dugaan tindak pidana. Sejak kapan pak pol bebas geledah HP dan privasi orang atas dasar suka-suka dia?" kicau @xnact pada Sabtu (16/10/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto