Suara.com - Seorang perempuan di Jerman banjir kecaman setelah memposting foto menggunakan pakaian seksi di Holocaust Memorial.
Menyadur The Sun Selasa (2/11/2021), sebuah video viral di TikTok menunjukkan seorang perempuan berpose dengan tidak senonoh di monumen Memorial to the Murdered Jews of Europe, Berlin.
Dalam video tersebut tampak seorang perempuan difoto dan duduk di atas sebuah batu di monumen yang sangat dihormati tersebut.
Video tersebut tampaknya diambil oleh orang lain yang tidak terlibat dengan perempuan tersebut dan dia terdengar berkata, "Saya tidak bisa berkata-kata."
Monumen tersebut didirikan untuk memperingati jutaan orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi, terdiri dari 2.711 lempengan beton yang disusun dalam pola grid.
Video tersebut diposting oleh sebuah akun bernama Influencers in the Wild dan dengan caption "Jangan lakukan ini".
Warganet yang melihat aksi perempuan tersebut langsung mengecam dan menyebut perempuan tersebut tidak tahu aturan.
"Tempat ini mungkin memiliki keheningan paling menakutkan dan paling keras yang pernah saya kunjungi. Saya tidak bisa membayangkan untuk berpikir ini adalah tempat melakukan hal tersebut," tulis seorang warganet.
Yang lain berkata: "Untuk semua orang yang mengatakan 'Dia mungkin tidak tahu', seberapa tidak sadarnya Anda untuk tidak mengetahuinya?"
Baca Juga: Masuk Kondangan Jadi Sorotan, Tamu Gagal Anggun Gegara Lupa Pakai Ini
"Berlin pada dasarnya adalah satu peringatan besar, tidak mungkin," sambungnya.
Warganet lain menambahkan: "Orang-orang yang mengatakan, 'artis mengatakan tidak apa-apa untuk mengambil foto,' sama sekali tidak mengerti mengapa ini tidak sopan."
Pada tahun 2017 seorang penulis Israel yang berbasis di Berlin meluncurkan sebuah proyek seni yang menyindir perilaku tidak sopan para turis di Holocaust.
Shahak Shapira membuat sebuah situs web bernama 'Yolocaust' di mana ia membandingkan foto-foto orang yang tersenyum, juggling dan melakukan yoga di situs tersebut.
Penulis 28 tahun tersebut kerap membagikan arsip foto masa perang untuk menunjukkan betapa absurdnya tindakan anak-anak muda yang terobsesi media sosial.
Insiden serupa juga sempat menimpa turis Inggris yang dituduh tidak menghormati keluarga korban Holocaust dengan berselfie di Auschwitz, Polandia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov