Suara.com - Pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai "mengikat janji" dengan Asser Malik dalam upacara pernikahan secara Islam di Birmingham.
Malala, 24 tahun, yang kini dikenal sebagai aktivis pendidikan itu mengatakan peristiwa ini adalah "hari yang sangat berarti" dalam kehidupannya.
Aktivis perempuan yang berasal dari Pakistan itu mendapatkan perlindungan di West Midlands, Inggris, setelah ditembak kepalanya oleh Taliban pada 2012.
"Asser dan saya telah mengikat janji untuk menjadi pasangan seumur hidup," ia mencuit pada Selasa (09/11), menceritakan bagaimana mereka telah menjalani "upacara nikah sederhana dengan keluarga".
"Kami sangat bersemangat menjalani kehidupan kami di masa depan bersama-sama," ujarnya.
Baca juga:
- Malala serukan perlindungan internasional bagi Rohingya
- Sang ibu di balik perjuangan Malala Yousafzai
- Malala tampil pada sampul Vogue: 'Kerudung bukan menandakan saya tertindas'
Malala berusia 15 tahun ketika dia menjadi target kelompok Taliban di Pakistan karena bersuara tentang hak anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan.
Seorang militan masuk ke bus sekolah yang dinaiki Malala di Bukit Swat, sebelah barat laut Pakistan, dan mulai menembaki para siswa. Dua orang teman Malala terluka, begitupun dirinya. Malala berhasil selamat dari tindak kekerasan tersebut.
Setelah pulih dari luka-luka yang nyaris merenggut nyawanya, Malala dan keluarganya pindah ke Birmingham, tempat yang kemudian dianggapnya sebagai "rumah kedua".
Baca Juga: Jadi Model Sampul Vogue, Malala: Kerundung Bukan Tanda Saya Tertindas
Pada usia 17 tahun, dia menjadi orang termuda yang pernah menerima Penghargaan Nobel Perdamaian.
Malala kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford, dan melanjutkan kegiatan sebagai aktivis hak asasi manusia.
Sejak lulus dari universitas, Malala sering menyerukan dukungan yang lebih baik untuk pengungsi Afghanistan, menandatangani kontrak dengan Apple TV+ untuk menjadi produser film dokumenter, dan tampil di halaman muka majalah British Vogue.
Ia juga tetap meneruskan kampanyenya untuk meningkatkan akses pendidikan pada anak-anak perempuan.
Meskipun tidak resmi secara legal di hukum Inggris, upacara nikah yang dilakukan Malala dan Asser adalah langkah pertama dalam pernikahan Islam.
Upacara yang terpisah ini biasanya dilakukan di antara keluarga dekat, dan hingga kini Malala tidak mengindikasikan apakah mereka telah melangsungkan pernikahan secara sipil.
Malala sebelumnya telah menyuarakan keraguannya tentang pernikahan.
Dalam wawancara dengan Vogue pada Juli lalu, dia berkata: "Saya masih tidak mengerti mengapa orang harus menikah."
"Jika Anda ingin memiliki seseorang dalam hidup Anda, mengapa Anda harus menandatangani secarik kertas, mengapa ini tidak bisa menjadi seperti memiliki partner?" lanjutnya.
"Ibu saya berkata… "Jangan bilang begitu! Kamu harus menikah, pernikahan itu indah'."
Berita pernikahan Malala ini disukai oleh puluhan ribu penggemarnya di media sosial, banyak di antaranya mendoakan supaya pasangan ini berbahagia.
Ikuti BBC Indonesia di Instagram:
Berita Terkait
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Satu Paket untuk Internet dan Kesehatan, Telkomsel Sehat Aktif Resmi Diluncurkan
-
Dari Jual Sembako hingga Tarik Tunai, Cara Baru UMKM Menambah Penghasilan
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021