News / Nasional
Kamis, 11 November 2021 | 08:16 WIB
Ilustrasi Perpustakaan (pexels.com/Ann Marie)

Suara.com - Seorang warga di Purbalingga, Jawa Tengah, memiliki solusi untuk mengajak anak-anak tidak ketergantungan 'gadget' sambil memupuk kesadaran soal kebersihan lingkungan.

Hampir setiap harinya, kecuali di akhir pekan, Raden Roro Hendarti mengendarai sepeda motor yang sudah dimodifikasinya menjadi perpustakaan keliling.

Ia mendatangi anak-anak di Desa Muntang supaya mereka bisa meminjam buku, dengan syarat menukarkan buku yang ingin dibaca dengan sampah, seperti gelas plastik, kantung plastik, dan sampah lainnya.

Perempuan berusia 48 tahun ini mengatakan ingin membantu menanamkan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

"Mari bersama-sama kita menanamkan budaya baca sejak usia dini untuk menghindari bahaya dari dunia digital," ujar Hendarti, yang juga pendiri perpustakaan Limbah Pustaka.

Roro memiliki 6.000 buku untuk dipinjamkan kepada anak-anak.

Ia menyusun buku-buku di belakang sepeda motornya, kemudian ia membawanya ke beberapa lokasi.

Begitu ia datang, anak-anak langsung mengerubungi Roro, sambil berteriak-teriak meminta buku.

Baca Juga: Gedung Perpustakaan Kabupaten Bone Senilai Rp10 Miliar Diresmikan

Mereka membawa kantong berisi sampah-sampah yang diberikan kepada Roro.

Roro mengaku bisa mengumpulkan sekitar 100 kilogram sampah setiap pekan.

Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah oleh rekan-rekan Roro dan dikirim untuk didaur ulang atau dijual.

Kevin Alamsyah adalah salah satu pembaca setia perpustakaan keliling Roro.  Anak berusia 11 tahun ini juga rajin mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di lingkungan tempat tinggalnya.

Jiah Palupi, kepala perpustakaan umum utama di desa itu, mengatakan apa yang dilakukan Roro telah membantu upaya mereka untuk memerangi kecanduan 'game online' di kalangan anak-anak.

Load More