News / Nasional
Kamis, 11 November 2021 | 14:52 WIB
Presiden Jokowi. (foto: bidik layar video)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia adalah negara yang besar dengan sejarah besarnya. Karena itu kata Jokowi hal tersebut harus dimanfaatkan untuk mempengaruhi kebijakan dunia.

"Indonesia adalah negara besar dengan sejarah besarnya dan kita (Bangsa Indonesia) ingin betul-betul dimanfaatkan ini untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan dunia dalam rangka apapun," ujar Jokowi saat menghadiri HUT ke 10 Partai Nasdem Satu Dekade Di Jalan Restorasi, Kamis (11/11/2021).

Namun, Jokowi mengaku sedih bahwa posisi Indonesia yang semakin dihargai dan dihormati serta semakin dipandang oleh negara lain, justru sering dikerdilkan di negara sendiri. Terlebih posisi Indonesia yang akan menjadi Presidensi G20 dan Ketua ASEAN harusnya dihormati. 

"Di negara sendiri sering dikerdilkan. Yang sering membuat saya sedih. Padahal pada posisi itu sebetulnya baik Keketuaan presidensi G20 ataupun nantinya setelah ini, jadi Ketua ASEAN, mestinya Indonesia sebagai bangsa yang dihormati dan juga warga negara Indonesia ini juga akan merasakan semuanya warga kita (masyarakat Indonesia) kehormatan itu, merasakan akan kehormatan itu," ucap dia.

Karena itu mantan Gubernur DKI Jakarta menginginkan warga negara Indonesia dimanapun berada dihormati dan dihargai oleh warga negara lain.

"Saya juga ingin kita (Bangsa Indonesia) semuanya juga ingin warga negara kita ini juga dihormati dihargai oleh warga negara lain di manapun WNI berada," tutur dia.

Selain itu, Jokowi tak ingin bangsa Indonesia memiliki mental inferior, mental inlander dan mental terjajah. Ia menyebut ada yang masih memadang bangsa asing lebih tinggi dari bangsa sendiri.

"Saya tidak ingin mental inferior, mental inlander mental terjajah di masih ada yang masih bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu, sedih saya. Saya kadang terlalu mendongak kayak gini, wong sama-sama makan nasi juga," tutur dia.

Kendati demikian ia menyadari bangsa Indonesia telah dijajah bangsa lain selama 30 tahun. Ia pun terkadang berpikir bahwa dampak bangsa Indonesia dijajah terlalu lama mungkin memunculkan mental inferior dan inlander.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf: Perlu Peran Perguruan Tinggi Untuk Kemajuan Industri Produk Halal

"Jangan jangan seperti itu. Meskipun kita sudah 76 tahun merdeka dan merdekanya pun lewat sebuah perjuangan yang panjang bukan diberi, tapi DNA itu yang masih terus menjadi kepikiran saya. Jangan-jangan kita memiliki tadi apa mental inlander minta terjajah, minta inferior gara-gara DNA yang diturunkan Karena 350 tahun kita terjajah," ucap Jokowi yang disambut tepuk tangan.

Namun Jokowi meminta para kader Nasdem untuk tidak bertepuk tangan dengan pernyataanya itu.

"Jangan ditepukin donk," pinta Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi menekankan perlunya mulai membangun rasa percaya diri rasa optimisme sebagai bangsa pemimpin. 

Jokowi meminta kader Nasdem membuang memiliki mental inferior,  inlander dan mental terjajah. 

"Jangan sampai kita kehilangan orientasi itu dan itulah yang dinamakan gerakan perubahan gerakan restorasi dia distu dan mental inlander itu, mental terjajah itu mental inferior itu, jangan sampai nggak hilang-hilang, jangan juga ada yang memelihara itu mental seperti itu jangan dipelihara," ucap Jokowi.

Load More