Selain itu, Kepala Negara mengingatkan bahwa Indonesia memiliki banyak penggalan sejarah kejayaan dari para pendahulu bangsa. Jokowi mengatakan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia bukan hasil dari pemberian, tetapi hasil dari sebuah perjuangan panjang.
Jokowi juga menyebut bahwa Indonesia kaya dengan warisan peradaban dan ajaran budi pekerti. Karena itu sangat penting untuk memperkuat identitas memperkuat karakter bangsa ini.
"Jangan sampai kita kehilangan ajaran Budi itu itu, ajaran budi pekerti itu, sehingga kita (Bangsa Indonesia) bisa mewarisi kearifan-kearifan lokal untuk mengelola kehidupan kita secara baik, ada seni dan budaya yang kita miliki yang sangat beragam, itulah kekuatan kita," ucap Jokowi.
Setelah pembangunan infrastruktur secara masif, pemerintah saat ini kata Jokowi fokus pada pembangunan sumber daya manusia.
"Kita (Pemerintah) sekarang berkonsentrasi kepada pembangunan sumber daya manusia pengembangan kualitas sumber daya manusia, karena itulah yang akan menjadi fondasi kita dalam menghantarkan bangsa ini untuk maju ke depan," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada partai Nasdem ke 10 tahun.
"Sekali lagi selamat ulang tahun Partai Nasdem yang ke-10, semoga bapak Ketua (Ketum Nasdem Surya Paloh), semuanya diberikan Rahmat hidayah oleh Allah subhanahu wa ta'ala," katanya.
Berita Terkait
-
Wapres Ma'ruf: Perlu Peran Perguruan Tinggi Untuk Kemajuan Industri Produk Halal
-
Jokowi Curhat Mendadak Dikerumuni Banyak Kepala Negara di KTT G20 dan COP26: Ini Ada Apa?
-
NasDem Siap Duduk Bersama Bertukar Pikiran dengan Jokowi Cari Calon Pemimpin Bangsa
-
NasDem Bicara Jokowi Capres Lagi, Surya Paloh: Kalau Saja Konstitusi Tak Batasi 2 Periode
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar