Hal yang sama dikatakan Bagja (30). Pemilik Kopi Ketemu Kamu yang ia jual di Gofood.
Layanan Gofood memudahkan usahanya untuk menjangkau pembeli di wilayah lain. Karena itu ia memutuskan untuk berjalan di Gofood sejak Desember 2020 silam.
"Awalnya jualan ke tetangga, ke teman. Jadi gabung ke Gofood Desember tahun lalu," tutur Bagja.
Pria yang memiliki hobi motoran ini bersyukur bergabung di Gofood karena sangat membantu usahanya.
"Layanan Gofood sangat membantu. Dulu kan cuma di sekitar sini aja, sekarang di luar perumahan orang jadi bisa pesan. Alhamdulillah," ucap Bagja
Bagja menceritakan awal mula menjual kopi karena ia menilai sejak pandemi yang mengharuskan orang terus di rumah. Sehingga membuatnya tergerak berbisnis kopi.
Kopi Ketemu Kamu kata Bagja memiliki tiga varian ada kopi, teh dan Jamu.
"Mungkin menarik filosofinya itu sebagai kita nggak pernah ketemu WFH sekarang ada Kopi yang mengobati rindu ya udah Ketemu Kamu," ucap Bagja.
Sebelum merintis usaha kopi, ia sudah memulai usaha pada Maret 2020 atau sejak pandemi melanda Indonesia.
Baca Juga: Airlangga: Pengendalian Covid-19 Jadi Sinyal Positif Pasar Keuangan
Sebelumnya, Bagja yang juga dibantu istri sudah memulai usaha dengan berjualan minuman tradisional seperti jamu.
Serbuk jamu yang dijual terbuat dari rempah-rempah tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati penyakit-penyakit lainnya.
"Lama-lama mulai ramai. Akhirnya saya coba. Awalnya jualan jamu, saya akhirnya inovasi jadi jualan kopi," kata Bagja.
Bagja juga berharap dengan layanan Digital seperti Gofood perekonomian Indonesia semakin pulih.
"Promo promonya ditingkatkan. Biar para umkm semangat dalam berjualan di tengah pandemi.
Sambutan positif juga dirasakan Glien (32) pemilik Dapur Makaro, yang berjualan di Gofood.
Berawal dari 2018, dirinya kerap mengunggah masakannya ke media sosialnya seperti Instagram. Beberapa rekannya yang merupakan influncer tertarik dengan masakannya.
"Akhirnya aku kirim ke mereka dan mereka langsung review gitu akhirnya aku diberikan saran untuk menjualnya," ucap Glien.
Semula ia hanya menjual lauk pauk pedas sperti sambal teri, cumi matah. Namun varian usaha makanannya semakin bertambah seperti Dimsum mentai, empal gepuk, salmon mentai, nasi bakar dan lainnya.
Ia bersyukur dengan adanya layanan Gofood penjualan semakin meningkat. Jangkauan lebih luas.
"Iya pake Gofood Alhamdulillah meningkat. Orang juga lebih mudah menjangkau," kata dia.
Ia menyadari bahwa tren penjualan tak selalu naik, terkadang turun. Hal tersebut ia rasakan selama satu tahun berjualan di Gofood.
"Kalau usaha kan naik turun ya. Jadi nikmatin aja. Memang ramainya itu di saat saat tertentu. Trennta tanggal muda rame, tanggal tua biasanya sepi trendnya seperti," kata dia.
Meski pandemi Glien tak seperti kebanyakan pedagang lain yang memberi promo. Menurutnya dengan ia konsisten, ia tetap mendapatkan pelanggan yang sudah mengetahui kualitasnya.
Sehingga walau pendapatan terkadang berkurang, kualitas usaha makanan miliknya tak boleh berkurang. Glien tetap menerapkan dan konsisten dengan kualitas, rasa dan komposisi.
Wanita yang memiliki hobi menyanyi ini terus berinovasi untuk terus bersaing dengan UMKM lainnya. Ia pun bersaing dengan menjual menu-menu baru di Gofood.
"Meski pandemi kita nggak berusaha menurunkan kualitas, ngerubah komposisi, harga. Supaya orang tagu kualitas. Kita tetap konsisten apa yang sudah ada, Tapi menciptakan menu baru. Sebisa mungkin berimovasi terhadap produk kita-kita dan tahu apa yang disukai customer.
Layanan seperti Gofood kata Glien sangat membantu UMKM. Bahkan dengan adanya promo-promo membuat pelaku UMKM bisa bangkit dari pandemi.
"Kalau setahu aku dari Gofood banyak subsidi sehingga bisa digunakan untuk UMK untuk ngikutin promo sehingga orang bisa lebih bersaing dan orang lebih bisa banyak pilihan untuk milih produk umkm yang sudah terdaftar di Gofood ngebantu banget. Sekarang banyak sekali teman yang buka usaha makanan. Tapi dia langsung masuk ke Gofood baru masuk ke alhamdulillah rame," katanya.
Jelasnya, Gofood memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM khususnya di saat pandemi seperti sekarang ini.
Pemulihan ekonomi berlangsung, dan para usahawan serta usahawati sektor mikro dan menengah ini turut merasakan manfaatnya.
Berita Terkait
-
Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform
-
Aldi Taher Bikin Gebrakan Lagi Usai Bisnis Burger Viral, Kini Rilis Brand Sepatu hingga Celana Dalam
-
Dari Dapur Tradisi ke Tren Wellness, Jamu Kembali Naik Kelas di Era Kartini Kini
-
Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini
-
Tak Lagi Identik dengan Jamu Gendong, Begini Wajah Baru Jamu Indonesia di Tangan Generasi Muda
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend