Suara.com - Pengetahuan kita mengenai dinosaurus telah berkembang jauh sejak spesies ini pertama kali dideskripsikan melalui literatur ilmiah pada abad ke-19.
Tetapi sampai saat ini, para ahli paleontologi masih berusaha menangkal mitos mengenai spesies yang merupakan penghuni awal dari planet bumi.
Usaha menangkal mitos itu menjadi lebih sulit karena representasi dinosaurus yang tidak akurat pada budaya populer, termasuk melalui film Jurassic Park yang sangat sukses dan banyak ditonton di seluruh dunia.
Berikut ini adalah beberapa kesalahpahaman yang masih melekat terkait dinosaurus.
Apakah dinosaurus punah akibat hantaman asteroid?
Sekitar 66 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid berdiameter sekitar 10 kilometer menghantam bumi secara langsung. Hantaman itu meninggalkan kawah besar yang terkubur di bawah semenanjung Yucatan, Meksiko, dan menyebabkan kepunahan massal.
Baca juga:
- Jika asteroid tak menghantam bumi, apakah dinosaurus tetap ada?
- Seandainya dinosaurus tidak punah, apa yang terjadi?
- Fosil dinosaurus yang panjangnya seukuran 'lapangan basket' ditemukan di Australia
Namun, para ilmuwan mengatakan "hanya" 75% hewan di bumi yang mati. Beberapa dinosaurus justru termasuk di antara yang selamat.
"Meskipun banyak dinosaurus yang mati ketika asteroid menghantam, sekelompok dinosaurus yang berukuran super kecil dan berbulu masih terus bertahan dan kita masih melihatnya sampai sekarang," kata ahli paleontologi di Museum Sejarah Alam London (NHM), Profesor Paul Barret, kepada BBC.
"Burung masih berkerabat langsung dengan dinosaurus."
Baca Juga: Ditemukan Spesies Dinosaurus Baru, Berhidung Besar
"Burung merupakan keturunan dinosaurus yang masih hidup. Dalam hal jumlah spesies burung yang ada saat ini, justru lebih banyak spesies dinosaurus di sekitar kita sekarang dibandingkan 66 juta tahun yang lalu."
Bisakah bersembunyi dari T-Rex dengan cara berdiri diam?
Tyrannosaurus Rex (T-Rex) merupakan bintang utama dalam film pertama Jurassic Park yang sangat sukses setelah dirilis pada tahun 1993.
Film ini menampilkan banyak adegan yang mengesankan, di mana T-Rex meneror karakter manusia yang protagonis.
Tetapi, film tersebut menggambarkan T-Rex sebagai binatang dengan penglihatan yang lemah, sehingga hanya bisa mendeteksi mangsanya ketika si mangsa bergerak.
Sifat itu ada pada hewan seperti amfibi. Menurut Profesor Barrett, dinosaurus tidak memiliki penglihatan yang lemah.
"Dinosaurus cenderung memiliki ketajaman visual yang jauh lebih baik. Sebuah studi yang dilakukan 15 tahun lalu menunjukkan bahwa T-Rex memiliki penglihatan terbaik di antara semua hewan yang pernah hidup."
"Berdiri diam di depan T-Rex mungkin akan menjadi salah satu hal terbodoh yang Anda lakukan."
Bisakah T-Rex berlari lebih kencang dibanding laju kendaraan?
Film Jurrasic Park juga menampilkan adegan dimana T-Rex dapat berlari lebih kencang dibandingkan kendaraan yang bergerak.
Sebelumnya memang ada penelitian yang memperkirakan bahwa predator ini bisa berlari dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam. Tetapi, penelitian lanjutan menemukan kecepatan berlari T-Rex yang lebih lambat, yakni sekitar 20-29 kilometer per jam.
"Penting juga untuk diingat bahwa kecepatan tertinggi yang dapat dicapai tentu berbeda dengan kecepatan yang lebih stabil sehingga Anda bisa berlari lebih lama," ujar Dr Mariana Di Giacomo, seorang konservator di Museum Sejarah Nasional Peabody Universitas Yale.
Baca juga:
- Jika asteroid tak menghantam bumi, apakah dinosaurus tetap ada?
- Seandainya dinosaurus tidak punah, apa yang terjadi?
- Fosil dinosaurus yang panjangnya seukuran 'lapangan basket' ditemukan di Australia
"Pelari maraton tidak berlari secepat pelari sprint, dan balapan sprint berlangsung sangat singkat. Sulit bagi tubuh kita mempertahankan kecepatan tertinggi untuk waktu yang lebih lama."
"Mungkin T-Rex bisa berlari cepat untuk sprint pendek, tetapi itu tidak akan cukup untuk berlari lebih cepat dari mobil yang melaju," tambahnya.
Bisakah kita mengkloning dinosaurus?
T-Rex punah dari dunia ini puluhan juta tahun sebelum kemunculan manusia. Kita juga tidak mungkin melihat T-Rex lagi dalam waktu dekat. Ini bertentangan dengan premis utama Jurassic Park, di mana para ilmuwan bersikeras bahwa dinosaurus belum bisa dikloning.
"Sejauh yang kami tahu, DNA [dinosaurus] tidak bertahan lama," jelas Profesor Barrett.
"DNA tertua yang kami tahu dalam sejarah fosil berusia sekitar dua juta tahun, dan DNA itu merupakan fragmen dari bakteri, tanah, jamur, dan sejenisnya."
Menurut Profesor Barrett, data genetik hewan tertua yang tersedia saat ini berasal dari spesies yang mati 50 ribu tahun lalu.
"Kami tidak memiliki DNA dari hewan atau tumbuhan yang telah punah kecuali mereka berasal dari era yang lebih dekat."
"Jadi, saya cukup skeptis tentang yang satu itu," lanjut dia.
Baca juga:
- Jika asteroid tak menghantam bumi, apakah dinosaurus tetap ada?
- Seandainya dinosaurus tidak punah, apa yang terjadi?
- Fosil dinosaurus yang panjangnya seukuran 'lapangan basket' ditemukan di Australia
Dr Di Giacomo setuju dengan pendapat itu dan mengatakan bahwa terobosan ilmiah terkait genetika dinosaurus bukan berarti kesuksesan dalam hal kloning.
"Spesies kloning yang sangat jauh dari kita dalam waktu geologis itu sangat kompleks, karena terlalu banyak variabel yang tidak diketahui."
Selain itu, dia juga menyinggung potensi persoalan etika dalam hal ini:
"Film seperti Jurassic Park dan Jurassic World menunjukkan kepada kita semua alasan untuk tidak melakukannya, yang sebagian besar fokus pada manusia yang menderita akibatnya.
"Tetapi hanya sedikit pembahasan mengenai betapa kejamnya membawa dinosaurus masuk ke dunia yang berbeda dengan era mereka hidup dulu."
Apakah dinosaurus makhluk yang bodoh?
Menurut Dr Di Giacomo, kemajuan teknologi telah membuat para ilmuwan memiliki lebih banyak sumber untuk memahami bagaimana dinosaurus hidup dan berperilaku.
"Tidak semua dinosaurus super cerdas dan tidak semua dinosaurus tidak cerdas."
"Kecerdasan yang mereka miliki sudah sesuai dengan kebutuhan pada masa mereka hidup".
Profesor Barrett menambahkan bahwa beberapa dinosaurus "sebenarnya cukup pintar", salah satunya dinosaurus pemakan daging yang berukuran lebih kecil.
"Beberapa dari mereka hidup di malam hari untuk menghindari persaingan dengan hewan yang lebih besar. Butuh kecerdasan lebih untuk mengatasi situasi seperti ini, juga indera pendengaran, penglihatan, dan penciuman yang lebih baik."
Apakah dinosaurus induk yang buruk bagi anak-anaknya?
Selama lebih dari satu abad, dinosaurus dianggap sebagai penyendiri yang brutal dan tidak mengasuh anak-anaknya. Pada 1970-an dan 1980-an, ada penemuan yang mengungkap perilaku sosial dinosaurus yang lebih kompleks.
Dinosaurus pemakan tumbuhan, yang diyakini hidup 77 juta tahun yang lalu, bahkan dinamai sebagai Maiasaura. Maiasaura berarti "ibu yang baik" yang berasal dari bahasa Yunani dan Latin.
Sebuah studi yang lebih baru yang diterbitkan pada jurnal Scientific Reports pada Oktober lalu, menunjukkan bahwa dinosaurus yang hidup 193 juta tahun lalu sudah hidup berkelompok dan menjaga anak mereka.
"Kita sudah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dinosaurus dan mengetahui bahwa beberapa dinosaurus adalah induk yang baik," kata Profesor Barrett.
"Meskipun, ada dinosaurus lain yang tidak begitu."
Dr Di Giacomo mencontohkan dinosaurus lain yang cenderung "memelihara dirinya sendiri".
"Ada spesies lain yang telah diidentifikasi memiliki sifat-sifat sebagai induk, dan itu termasuk predator seperti Allosaurus," kata dia.
"Faktanya, ada seekor dinosaurus Citipati osmolskae yang diberi julukan "Mama Besar" karena ditemukan dalam posisi mengerami telurnya."
Berita Terkait
-
Film Super Mario Galaxy Rilis Lebih Cepat, Trailer Baru Ungkap Kehadiran Yoshi
-
Cedera Ekor Hadrosaurus Ungkap Cara Bedakan Dinosaurus Jantan dan Betina
-
Penemuan Fosil Dinosaurus Paling Akurat Ungkap Wujud Asli Edmontosaurus 66 Juta Tahun Lalu
-
Spesifikasi PC Jurassic World Evolution 3: Minimal RAM 16 GB dan Intel Core i5
-
Khatulistiwa Baru ala Jurassic World di Krabi, Bikin Liburan Serasa Petualangan Prasejarah
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar