Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa ekosistem ekonomi syariah menjadi salah satu pendukung untuk memulihkan Indonesia dari pandemi Covid-19.
Terdapat tiga dimensi penting dalam ekonomi syariah yang perlu diperhatikan yaitu dimensi ekonomi, sosial, dan teknologi.
Sri Mulyani menjelaskan dimensi ekonomi tidak hanya dilihat dari sisi mikro transaksional saja, tetapi sisi makro turut mempengaruhi fundamental suatu negara. Banyak negara-negara emerging, seperti Argentina dan Turki, yang kesulitan di dalam mengelola ekonominya pada saat dimensi makronya terguncang sangat berat.
“Saya selalu mengatakan bahwa kebijakan makro harus tetap berlandaskan pada keadilan. Ini adalah esensi dari value Islam dan juga dari sisi distribusi dan stabilitas. Instrumen APBN itu sama seperti instrumen untuk mencapai tujuan keadilan karena kita memiliki fungsi distribusi dan alokasi dan juga kemajuan atau efisiensi dan juga stabilisasi,” kata Menkeu dalam Webinar Ijtima' Sanawi Dewan Pengawas Syariah Tahun 2021, Kamis (2/12/2021).
Dimensi kedua dari ekosistem ekonomi syariah adalah dimensi sosial. Indonesia memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keuntungan bonus demografi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan keahlian di berbagai bidang.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada dimensi sosial dalam kondisi pandemi Covid-19. APBN menggunakan jaring pengaman sosial untuk menolong masyarakat miskin dan rentan yang terdampak pandemi.
“Kalau di dalam Al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang meminta kita untuk melakukan atau memelihara anak yatim, fakir miskin. APBN juga sama. APBN kita memberikan alokasi yang sangat besar bagi membantu mereka yang tidak mampu sehingga mereka bisa menjadi masyarakat yang semakin sejahtera. Lebih dari Rp430 triliun adalah untuk menjaga dan membantu sosial,” katanya.
Dimensi ketiga adalah dimensi teknologi. Pemerintah melakukan berbagai langkah untuk membuat teknologi digital bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hal tersebut dilakukan melalui investasi di bidang teknologi digital, dari mulai satelit, BTS atau konektivitas, hingga kabel fiber optic.
“Sekali lagi, ini aspek keadilan yang sangat Islami. Bagaimana pemerintah melakukan investasi di bidang teknologi informasi sampai ke seluruh pelosok tanah air. Dua puluh ribu desa yang selama ini belum bisa connected akan bisa connected dengan akses kepada teknologi digital,” katanya.
Baca Juga: Kisah Joko Santoso yang Sempat Buta Usai Vaksinasi Covid-19
Dirinya menekankan bahwa pemerintah bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan terus melakukan berbagai langkah untuk mereformasi perekonomian agar terbangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih kuat.
“Bagaimana kita bisa pulih secara lebih baik dan lebih kuat karena tujuan bernegara kita masih harus kita raih yaitu mencapai Indonesia yang adil dan makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur."
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
BMKG Waspadai Potensi Hujan Petir di Palembang dan Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah
-
Setelah Eks Menag Ditahan, Kini Giliran Gus Alex Diperiksa KPK Hari Ini!
-
Waspada! Kakorlantas Soroti Titik Rawan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Hari Ke-4
-
Korlantas Polri Terapkan One Way Nasional Mulai 18 Maret Hadapi Puncak Mudik
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun