Suara.com - Pengalaman mendaki gunung tentu menjadi salah satu hal yang ingin dimiliki setiap orang. Namun, tak semua pendakian berjalan mulus. Ada tiga tokoh dunia meninggal saat mendaki, salah satunya ada yang meninggal di Gunung Semeru.
Melakukan pendakian gunung memang memiliki risiko yang cukup besar. Salah satu risiko tertinggi seorang pendaki adalah meninggal di jalur pendakian, sama seperti yang dialami tokoh dunia meninggal saat mendaki berikut.
Soe Hok Gie, aktivis cerdas dan pemberani yang dimiliki Indonesia ini meninggal saat melakukan pendakian di Gunung Semeru. Kematian Soe Hok Gie diketahui diakibatkan oleh gas beracun yang terhirup saat ia berada di puncak Mahameru bersama rekan-rekannya.
Berikut 3 tokoh dunia yang meninggal saat melakukan pendakian.
1. Soe Hok Gie
Salah satu tokoh penting dalam perjuangan melawan kediktatoran Orde Lama, Soe Hok Gie meninggal ketika sedang melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
Pada tanggal 12 Desember 1969, kala itu Soe Hok Gie dan teman-temannya mendaki Gunung Semeru melalui jalur Kali Amprong.
Tokoh yang dikenal dengan sapaan Gie ini diketahui meninggal di puncak Gunung Semeru, Mahameru dikarenakan menghirup asap gas beracun yang massanya lebih berat dari oksigen.Tidak hanya Gie, gas beracun itu juga merenggut nyawa teman Gie, Idhan yang duduk di sampingnya.
Proses evakuasi saat itu memakan waktu yang cukup lama. Pada 24 Desember keduanya baru tiba di kediaman masing-masing.
Baca Juga: Jenazah Ibu Gendong Bayi Ditemukan Tertimbun Abu Lahar Semeru
Bagi Gie, pendakian saat itu sangatlah istimewa, karena sebentar lagi usianya akan menginjak 27 tahun.
2. Widjajono Partowidagdo
Pada tahun 2012 lalu, tepatnya 21 April 2012, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo menghembuskan nafas terakhirnya saat melakukan pendakian di Gunung Tambora melalui jalur Doropeti.
Saat itu, Widjajono Partowidagdo melakukan pendakian bersama kru stasiun televisi nasional. Kondisinya kemudian menurun ketika dalam perjalan menuju puncak dari pos 3.
Akhirnya, beliau dibawa kembali ke pos 3 untuk mendapat bantuan medis pertama berupa pernafasan. Dalam perjalanan dari pos 2 ke pos 1 dengan jarak tempuh 6 jam, Widjajono menghembuskan nafas terakhir.
Setelah itu, Widjajono dibawa ke kota Dompu dengan perjalanan selama 5 jam sebelum akhirnya diterbangkan ke Denpasar, Bali dengan helikopter Travira.
Berita Terkait
-
Jenazah Ibu Gendong Bayi Ditemukan Tertimbun Abu Lahar Semeru
-
Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Pemkab Kediri Kirim Sembako
-
Belum Tersentuh Bantuan, Pengungsi Erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang Kelaparan
-
Tanggap Darurat Erupsi Semeru, Jokowi ke Jajaran: Kirim Bantuan Secepat Mungkin
-
Gunung Semeru Erupsi: Kenali Ciri Abu Vulkanik, Serta Bahayanya Bagi Kesehatan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa