Suara.com - Rapat Umum Anggota (RUA) Forum Alumni Universitas Telkom (FAST), pada 4 Desember 2021, resmi menetapkan Sri Safitri sebagai presiden organisasi yang beranggotakan alumni dari Universitas Telkom. Lembaga ini merupakan penggabungan STT Telkom, STMB Telkom, STISI Telkom dan Politeknik Telkom pada 2013.
Sri Safitri akan memimpin organisasi FAST untuk periode 2021-2025, menggantikan Ahmad Nugraha Rahmat.
Sri Safitri adalah Alumni Teknik Telekomunikasi 1991, yang baru-baru ini terpilih sebagai Customer Experience (CX) Leader of the Year 2021 dari mycustomer.com.
Perempuan kelahiran Medan, 28 Oktober 1973 ini punya pengalaman panjang di dunia profesional. Ia merupakan Senior Account Manager Global Enterprise Division Telkom Indonesia pada tahun 2004-2008, GM Marketing Divisi Multimedia Telkom Indonesia pada tahun 2008-2012, Chief Marketing Officer Telkomtelstra pada tahun 2014-2016, dan sejak tahun 2020 menjadi Deputy Executive Vice President CX.
Sri Safitri merupakan presiden perempuan pertama FAST, dimana organisasi tersebut didominasi oleh anggota laki-laki, dengan proporsi mencapai 60%.
“Saat masuk Telkom University, kita adalah putra putri terpilih Indonesia. Untuk menjadi yang terbaik, perlu pembuktian. Untuk itu, kita perlu membuktikan menjadi alumni yang berkontribusi dengan memberikan manfaat terbanyak untuk almamater, bangsa dan negara," ujar Sri Safitri dalam sambutannya, saat ditetapkan sebagai Presiden FAST.
Sri Safitri menjadikan ONE FAST sebagai tagline dalam masa kepengurusannya. FAST diharapkan dapat menyatukan 62.150 alumni Universitas Telkom yang tersebar di 124 perusahaan di 85 negara dan menjadikan FAST sebagai organisasi yang outstanding, mampu membangun networking, dan menjadi alumni yang terbaik (excellence).
Semangat ONE FAST ini lebih lanjut akan menjadi spirit organisasi. One dream, menciptakan FAST sebagai organisasi yang memiliki pride (kebanggaan). One Desire, satu semangat yang sama. One Destination, satu tujuan untuk menjadi alumni yang terbaik.
Rapat Umum anggota FAST yang mengusung tema "Akselerasi Kecakapan Digital untuk Pembangunan Ekonomi Digital Indonesia" ini menetapkan Ahmad Nugraha sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Henry Christiadi dan Triwiyasa sebagai anggota Dewan Pengawas 2021-2025.
Baca Juga: Penanganan Pandemi dan Langkah Transformasi, Telkom Bukukan Laba Bersih Double Digit
Edi Witjara, alumni TEL-U yang sekarang menempati posisi Direktur Enterprise Business Service Telkom Indonesia, dalam pembukaan RUA memberi catatan kepada kepengurusan FAST mendatang. Mereka harus mampu menyatukan energi alumni yang besar untuk
memberikan kontribusi kepada kampus, bangsa dan negara. FAST (sebagai organisasi) mempunyai kriteria dan target sukses. FAST sebagai ikatan alumni menjadi acuan dan referensi di kancah nasional.
Lebih lanjut, Afriwandi, alumni TEL-U yang sekarang menempati posisi Direktur Human Capital Telkom Indonesia, dalam penutupan RUA menyampaikan keyakinannya pada kemampuan Sri Safitri sebagai komunikator yang bagus di publik dan akan turut membawa nama baik TEL-U.
“Agar Telkom University tetap nomor satu dan semakin baik lagi sebagai yang nomor satu," ujarnya.
Afriwandi juga berharap, agar gebyar Alumni TEL-U bisa didengar di level kementerian/lembaga dengan memperbanyak silaturahmi, mengedepankan sikap rendah hati, dan komunikasi yang kuat.
Di akhir pidatonya, Afriwandi mendoakan kesuksesan Presiden Sri Safitri dan mengatakan, 62 ribu alumni menunggu kiprahnya.
Budi Setyawan Wijaya, alumni TEL-U yang sekarang menempati posisi Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia, dalam Homecoming FAST 2021 menyampaikan harapannya, agar alumni Telkom University bisa terus mewarnai, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Ia menyatakan akan mendukung FAST benar benar menjadi organisasi yang excellent untuk alumni Telkom University.
Rektor Universitas Telkom, Prof. Adiwijaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa alumni adalah intangible aset bagi kampus dan diharapkan senantiasa menjaga harmoni, saling hormat satu sama lain. Ia mengucapkan terima kasih kepada rekan- rekan pengurus periode sebelumnya, yang telah memberikan kontribusi terbaik pada masa kepengurusannya dan ucapan selamat bertugas untuk pengurus FAST yang baru.
Ke depan, para pengurus diharapkan dapat meneruskan segala program yang bisa memberikan dampak positif, tidak hanya untuk Telkom University, tapi untuk Indonesia.
Berita Terkait
-
IMA 2021, Jumlah Voters Persembahan Langit Musik Bersama RCTI Tembus 12 Juta!
-
Lagi, Telkom Gelar Customer Experience Summit 2021
-
Mudahkan Pelanggan dalam Kelola Layanan, Telkom Luncurkan Versi Terkini myIndiHome
-
Dukung Pengembangan Digital Talent Indonesia, Telkom Gelar ITDRI Festival Virtual Event
-
Penanganan Pandemi dan Langkah Transformasi, Telkom Bukukan Laba Bersih Double Digit
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Jet Tempur Amerika Serikat Hancurkan Pos Rudal Iran
-
Kuntadi Selangkah Lagi Jadi Jampidsus, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Depan
-
Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan
-
Misteri Pengganti Febrie Adriansyah Terjawab, Mensesneg Sebut Nama Kuntadi
-
Jejak Elektronik Disita, KPK Bidik Peran Bobby Rizaldi dalam Skandal WTP Muara Enim
-
Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia