Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto disebut tak sepenuhnya ditinggalkan oleh massa 212 yang mendukungnya di pilpres sebelumnya.
Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan jika massa 212 belum sepenuhnya meninggalkan Prabowo Subianto.
Ia menyebut hal tersebut terjadi sebagai hasil dari strategi Partai Gerindra yang digunakan dalam menghadapi kelompok massa 212.
Rico menilai, kelompok pendukung Habib Rizieq hingga kini masih tetap solid pada Prabowo Subianto jika maju pada Pilpres 2024 mendatang.
"Massa 212 masih banyak yang menggantungkan harapan ke Prabowo," kata Rico Marbun di Jakarta, Selasa 7 Desember 2021.
Ia juga menyoroti, Partai Gerindra dalam memainkan strategi merangkul sambil memukul pemerintahan Presiden Jokowi. Hal tersebut disebutnya sangat hebat.
Para penukung pemerintah kini tak bisa menyerang Prabowo maupun Gerindra karena sudah masuk ke kabinet.
"Pendukung koalisi pemerintahan tidak bisa menyerang Prabowo dan Gerindra karena memang sudah masuk dalam kabinet," ujarnya.
Meski begitu, Rico menyebut hingga saat ini masih ada beberapa tokoh andalan Gerindra yang terus eksis mengkritik pemerintahan Jokowi.
Baca Juga: 1 Tahun Penembakan Laskar FPI, Ini Pesan Tegas HRS dari Balik Jeruji Tahanan
"Seperti Fadli Zon, Habiburrokhman, Fery Juliantono dan lainnya, di mana mereka konsisten memukul pemerintah dengan kritik-kritik tajam," tutur Rico.
Ia menambahkan, selama strategi yang selama ini diterapkan itu masih berjalan, sulit bagi massa aksi 212 untuk sepenuhnya berpaling dari Prabowo Subianto.
"Dan selama ini, orkestra ini berjalan dengan rapi," tandasnya.
Untik diketahui, belakangan ini marak pengamat politik berpendapat jika massa aksi 212 akan berpaling dukungan kepada Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Hal itu dikatakan, sebagai buntut dari sikap Prabowo yang lepas tangan dari masalah hukum yang saat ini sedang menjerat mantan pentolan FPI Habib Rizieq Shihab.
Berita Terkait
-
Pesan Habib Rizieq Shihab: Usut Tuntas Otak Pembantaian Para Syuhada
-
Pilpres 2024 Dprediksi Ada 3 Kubu Koalisi Parpol, Pengamat: Peluang saat Ini Masih Sama
-
Aliansi Ulama Madura Sambangi Komisi III DPR, Minta Habib Rizieq Dibebaskan Tanpa Syarat
-
Habib Rizieq Shihab Dipenjara, Pengawalnya Dibunuh dan FPI Masih Bantu Bencana
-
1 Tahun Penembakan Laskar FPI, Ini Pesan Tegas HRS dari Balik Jeruji Tahanan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Bukan Hanya Soal Huntara, Ternyata Ini 4 Masalah Mendesak di Aceh Menurut Satgas Galapana DPR
-
8 Orang Termasuk Pegawai Pajak Diamankan saat KPK Gelar OTT di Jakarta
-
Skandal Pajak Jakut Terbongkar: OTT KPK Sita Gepokan Uang dan Valas, Oknum Pegawai Pajak Diringkus
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari