Suara.com - Pihak berwenang Prancis mengungkapkan jika pria yang ditangkap atas dugaan keterlibatan pembunuhan Jamal Khassoggi pada Selasa (7/12/2021) akhirnya dibebaskan.
Kepolisian Prancis menangkap seorang pria Arab Saudi bernama Khalid al-Otaibi, ia diduga menjadi salah satu tersangka pembunuhan Jamal Khashoggi pada tahun 2018.
Khalid al-Otaibi ditahan oleh polisi perbatasan sebelum terbang ke Riyadh dari Bandara Charles de Gaulle pada Selasa pagi.
Setelah dilakukan penyelidikan selama 48 jam, menyadur Sky News Kamis (9/12/2021), Prancis mengonfirmasi bahwa pria itu tidak terlibat pembunuhan Jamal Kahssoggi.
Sumber penegak hukum Prancis mengungkapkan dia memiliki nama yang sama dengan mantan anggota Pengawal Kerajaan Saudi, yang terlibat kasus pembunuhan Khassoggi.
"Verifikasi mendalam yang berkaitan dengan identitas orang ini memungkinkan untuk menetapkan bahwa mandat itu tidak berlaku untuknya," jelas pihak berwenang Prancis.
"Pada akhir penahanan yudisialnya, dia dibebaskan," tambahnya.
Kedutaan Besar Arab Saudi di Paris sebelumnya mengatakan bahwa pria yag ditangkap itu tidak ada hubungannya dengan kasus yang bersangkutan dan meminta untuk segera dibebaskan.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri menambahkan: "Kedutaan juga ingin menegaskan kembali bahwa pengadilan Saudi telah mengeluarkan vonis terhadap semua orang yang berpartisipasi dalam pembunuhan keji Jamal Khashoggi dan mereka semua saat ini menjalani hukuman mereka."
Baca Juga: Tersangka Pembunuh Jurnalis Jamal Khashoggi Ditangkap Di Prancis
Kepolisian Prancis mengungkpan jika mendapat surat perintah penangkapan pria tersebut dari Turki, namun tidak ada informasi biometrik.
Jamal Khashoggi adalah warga AS kelahiran Arab Saudi dan seorang reporter yang sering mengkritik Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Laporan PBB tahun 2019 mengatakan sebuah tim beranggotakan 15 orang terlibat dalam kematian jurnalis tersebut.
Jamal Khassoggi meninggal ketika datang ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen yang memungkinkan dia menikahi tunangannya.
Laporan itu mengatakan Al-Otaibi adalah salah satu dari lima anggota tim yang berada di kediaman konsul jenderal, tempat mayat Khassoggi dibawa.
Putra mahkota telah membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Jamal Khassoggi, tetapi sebuah laporan intelijen menemukan bahwa ia kemungkinan telah menyetujui operasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!
-
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan