Suara.com - Dirjen Dukcapil Kemendagri Dirjen Prof Zudan Arif Fakrulloh berpesan kepada masyarakat yang kesulitan memperoleh Vaksin Covid-19 karena masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) sudah terpakai orang lain untuk mengadukannya ke PeduliLindungi.
Ia mengemukakan, jika terbukti NIK-nya digunakan orang lain, maka data penggunaannya bisa diturunkan untuk diperbaiki.
Zudan mengatakan bahwa petugas PeduliLindungi akan melakukan pengecekan di wilayah mana NIK tersebut disalahgunakan. Proses akan dilanjutkan sampai masalah bisa diselesaikan.
"Kalau memang yang bersangkutan belum dipakai nanti akan dibuat catatan-catatan bagaimana praktik-praktik yang sudah dilakukan. Kemudian NIK yang sudah dipakai di sana itu didrop, di pemikaian yang NIK pertama oleh pihak yang bertanggung jawab tadi dilakukan proses pembetulan," kata Zudan dalam diskusi bertajuk "Masihkah NIK Menjadi Penghambat Akses Vaksinasi Inklusif Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan?" secara virtual, Kamis (9/12/2021).
Zudan menuturkan, masyarakat tidak bisa langsung mengadu ke Dukcapil lantaran pihaknya belum memiliki data NIK yang bermasalah dalam proses pendaftaran vaksinasi.
Pihak Dukcapil bisa melakukan pendampingan namun harus ada data yang diserahkan dari PeduliLindungi terlebih dahulu.
"Memang Dukcapil belum bisa bergerak sendiri karena kami enggak punya data siapa NIKnya yang bermasalah atau NIKnya dipakai orang lain kami engak punya datanya," ujarnya.
Selain itu, Zudan mengakui kalau respon PeduliLindungi masih begitu lamban. Ia berharap ke depannya, PeduliLindungi bisa merespon pengaduan masyarakat dengan cepat sehingga masalah soal NIK untuk vaksin tidak harus berlarut-larut.
"Memang PeduliLindungi responnya belum begitu cepat masih perlu kita dorong peningkatan responnya agar masyarakat bisa cepat mendapatkan solusinya."
Baca Juga: LaporCovid19 Minta Pemerintah Jangan Pingpong Laporan Warga yang Sulit Vaksin Gegara NIK
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi