Suara.com - Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam menerima surat ancaman yang berisi pisau. Paket itu ditemukan selama pemeriksaan rutin, kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin malam.
Menyadur Independent Rabu (15/12/2021) kantor kepala eksekutif, mengutip juru bicara mengatakan surat itu ditujukan langsung kepada Carrie Lam.
Pengaduan polisi langsung dibuat setelah surat itu ditemukan selama pemeriksaan rutin surat masuk.
“Hong Kong adalah masyarakat yang mematuhi aturan hukum. Itu tidak akan mentolerir tindakan ilegal seperti kekerasan dan intimidasi,” bunyi pernyataan itu.
“Jika cara yang melanggar hukum digunakan untuk memberi pengaruh pada pelaksanaan tugas seorang perwira, tidak peduli apakah itu melibatkan Kepala Eksekutif atau pejabat publik lainnya, Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong akan menangani kasus ini dengan serius dan tidak berusaha keras.”
Pernyataan itu tidak memberikan informasi lain tentang isi surat. Namun, menurut laporan South China Morning Post, surat itu berisi pisau silet. Laporan yang mengutip sumber polisi, mengatakan surat itu berisi pesan politik.
Insiden itu terjadi ketika ibu kota keuangan Asia itu bergulat dengan represi politik sebagai akibat dari undang-undang keamanan nasional yang kontroversial dan tindakan keras terhadap kritikus China.
Kota ini telah menyaksikan perjuangan sengit antara suara-suara pro-demokrasi dan pemerintah Lam yang telah memperketat kontrol China.
Undang-undang itu telah memicu protes luas di kota itu. Ini telah digunakan untuk menangkap aktivis dan jurnalis oleh pemerintah yang mengutip keamanan nasional, meskipun ada kecaman global.
Baca Juga: Tak Bisa Buka Rekening Bank, Carrie Lam Simpan Tumpukan Uang di Rumah
Sebuah surat ancaman juga dikirim ke hakim kota bulan lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
-
Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang