Suara.com - Jenazah selebgram Laura Anna menjalani kremasi di Grand Heaven Pluit Kamis (16/12/2021) setelah sehari sebelumnya terkonfirmasi meninggal dunia. Sebenarnya apa itu kremasi?
Terlepas dari kabar kematian Laura Anna, dalam artikel ini akan menjelaskan tentang apa itu kremasi dan tahapan prosesnya.
Kremasi adalah sebuah proses pembakaran jenazah. Namun proses kremasi tak bisa dilakukan sembarangan. Ada sejumlah ketentuan seperti suhu yang dinyalakan untuk membakar jenazah hingga berapa lama proses itu boleh berlangsung.
Seperti disadur dari berbagai sumber, kremasi berasal dari bahasa latin "cremo" yang bisa diartikan membakar. Dengan demikian, kremasi merupakan praktik penghilangan jasad dengan cara membakarnya. Kremasi biasanya dilakukan dengan api bersuhu 800 derajat celcius atau lebih.
Tak mengherankan jika setelah kremasi, mayat hanya berbentuk tulang dan debu. Hasil pembakaran itu kemudian akan digiling agar menjadi abu halus untuk disimpan di wadah khusus yang biasanya berbentuk guci. Abu hasil pembakaran akan 20 kali lebih ringan dari berat mayit.
Setelah proses pembakaran selesai, abu kremasi biasanya akan didiamkan beberapa hari di rumah keluaga jenazah. Setelah itu abu akan ditaburkan. Namun, bagian ini tidak berlaku jika jenazah memiliki kasus penyakit tertentu.
Misalnya, di India atau wilayah-wilayah dengan tradisi Hindu yang kuat, abu kremasi akan ditaburkan di sungai yang dianggap suci. Prosesi tabur abu adalah rangkaian dari prosesi pemakaman. Keluarga yang hadir akan mengenakan pakaian khusus dan sopan seperti pada saat prosesi-prosesi sebelumnya. Lalu, di Bali proses kremasi ini dilakukan di sebuah kompleks permakaman yang disebut setra atau pasetran.
Kremasi juga erat kaitannya dengan kepercayaan tertentu. Agama-agama timur seperti Hindu dan Buddha yang mempercayai banyak dewa membolehkan kremasi kendati bertentangan dengan ajaran Islam dan Bahai.
Sementara itu aliran kristen memiliki prinsip masing-masing dalam memandang kremasi. Pada mulanya, kremasi banyak ditemukan di masa Romawi dan Yunani dengan hanya meninggalkan 2,4 kg dari total berat mayat.
Baca Juga: Viral Gaga Muhammad Habiskan Uang Rp30 Juta Sebulan Tapi Ayahnya Tak Bisa Bayar Pengacara
Kendati demikian, proses penguburan mayat dengan cara kremasi ini banyak dipilih orang dengan alasan kepraktisan selama agama memperbolehkan. Pasalnya kini, lahan permakaman semakin sempit dan mahal, terutama di kota-kota besar. Kremasi juga dianggap lebih mudah dilakukan.
Nah, sekarang sudahkah kalian paham apa itu kremasi? Ataukah kalian pernah melihat dan mengikuti prosesi pemakaman itu?
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden