Suara.com - Para peneliti di Melbourne telah mengubah bentuk obat pengencer darah heparin menjadi semprotan hidung, yang diharapkan dapat mencegah penularan COVID-19.
Ide ini dikembangkan oleh Profesor Don Campbell, direktur medis pabrik farmasi Northern Health di Melbourne, yang sejak awal meyakini heparin dapat menghentikan virus yang tumbuh di dalam sel.
"Istri saya terus bertanya, apa yang akan kamu lakukan dengan idemu itu?" ujar Profesor Campbell kepada ABC News.
Hampir dua tahun kemudian, dengan bantuan sejumlah peneliti dari University of Melbourne, Monash University, dan Oxford University, timnya mampu mereplikasi temuan internasional bahwa heparin dapat memblokir penularan COVID-19 dan mencegah infeksi.
Semprotan heparin, kata Profesor Campbell, akan melapisi dinding hidung tetapi tidak turun ke paru-paru.
Obat ini, menurut tim peneliti, selain biayanya murah dan mudah didistribusikan, juga diharapkan efektif melawan virus yang bermutasi, seperti varian Omicron.
"Tidak masalah jika muncul varian baru. Obat ini akan memblokir protein agar tidak menginfeksi sel," jelas Profesor Campbell.
"Saya sangat yakin obat ini akan berhasil dan nantinya masyarakat akan menggunakannya sebelum mereka pergi belanja atau pergi ke sekolah," tambahnya.
Diuji coba pada ratusan keluarga
Pengembangan obat COVID ini telah mendapat dukungan pendanaan dari Pemeritah Negara Bagian Victoria sebesar AU$4,2 juta untuk menjalani uji klinis.
Baca Juga: Guru dan Siswa di Riau yang Tolak Divaksin Covid-19 Bakal Dikenai Sanksi
Selama enam bulan ke depan, sebanyak 340 rumah tangga akan diberikan semprotan hidung heparin atau plasebo, beberapa jam setelah ada anggota keluarga mereka yang positif COVID.
"Pengobatan akan diberikan kepada anggota keluarga serumah yang belum positif dan juga kepada yang sudah tertular," jelas Profesor Campbell.
"Kami ingin menjangkau mereka dalam waktu 24 jam setelah diagnosis diketahui," katanya.
Heparin adalah obat kedua yang paling banyak digunakan di dunia dan stabil pada suhu kamar selama lebih dari tiga bulan.
Artinya, obat ini dapat didistribusikan secara luas tanpa hambatan.
Direktur Pusat Penelitian Kesehatan Paru-paru di University of Melbourne, Profesor Gary Anderson, mengatakan semprotan hidung mudah digunakan, yaitu dua kali semprotan untuk setiap lubang hidung dilakukan tiga kali sehari.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran Hitam yang Elegan, Cocok Dipakai Seragam Keluarga
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
-
IHSG Mulai Menghijau Selasa Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Harga Emas Pegadaian Turun Signifikan Hari Ini
-
Serial Thailand Girl From Nowhere Dapat Remake Jepang untuk Pertama Kali
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Uji Publik Batas Nikotin dan Tar Digelar, Pemerintah Klaim Dengarkan Kekhawatiran Industri Tembakau
-
Iran Ancam Balik Militer AS yang Berencana Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz: Kami Tunggu!
-
10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana
-
Geger! Trump Siapkan Langkah Ekstrem Lenyapkan Pemimpin Baru Iran Jika Tak Turuti AS
-
Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?
-
Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah
-
Viral Video Menteri Jepang Lari-lari Telat Rapat Kabinet, Lalu Minta Maaf ke Publik
-
Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang
-
Disebut Blunder Diplomatik, PB Formula Minta Indonesia Keluar dari BoP
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak