Suara.com - Patung Tiananmen mengingatkan publik Hong Kong sebagai simbol gerakan pro-demokrasi Cina yang dihancurkan secara brutal tahun 1989. Beijing berusaha menghapus ingatan masyarakat atas insiden tersebut selama 30 tahun.
Para pekerja di Universitas Hong Kong (HKU) pada Rabu (22/12) tengah malam waktu setempat menutupi patung Tiananmen, simbol kenangan dan penghormatan kepada pengunjuk rasa pro-demokrasi yang terbunuh selama penumpasan di Lapangan Tiananmen, Cina tahun 1989.
Patung yang diberi nama "Pillar of Shame" karya tembaga setinggi 8 meter dengan berat 2 ton yang merupakan karya seniman asal Denmark, Jens Galschiot, itu adalah menara dari tumpukan 50 jenazah yang melambangkan siswa yang dibunuh oleh pasukan pemerintah Cina pada 4 Juni 1989.
Menurut keterangan saksi mata, pekerjaan konstruksi tersebut dilakukan dengan mendatangkan derek dan satu kontainer.
Para pekerja memasang barikade kuning di sekitar patung, yang terletak di halaman interior, kemudian dilanjutkan dengan memasang pembatas dan tirai kain putih di sekitar patung.
Pematung Galschiot merilis pernyataan yang mengatakan bahwa dia "benar-benar terkejut" dengan berita itu dan takut akan karyanya hancur.
Dia juga mengatakan bahwa karya itu adalah miliknya dan akan "mengklaim kompensasi untuk setiap kerusakan pada patung itu."
Saksi mata juga mendengar suara alat pemotong dan rantai yang memekakkan telinga, serta melihat pekerja memindahkan bagian atas patung ke derek yang ada, kemudian mengangkatnya ke dalam kontainer pengiriman.
Apa yang terjadi dengan patung itu?
Baca Juga: Perancang Tugu Tiananmen Hong Kong Sewa Pengacara untuk Selamatkan Karyanya
Pihak universitas mengumumkan bahwa pada Oktober lalu mereka telah memberi tahu Aliansi Hong Kong yang Mendukung Gerakan Demokrat Patriotik Cina — yakni sebuah kelompok yang sekarang sudah dibubarkan yang menyelenggarakan acara penyalaan lilin tahunan pada 4 Juni — bahwa mereka harus membongkar patung tersebut.
Mantan anggota kelompok mengatakan bahwa pihak universitas harus menghubungi pematung tentang pembongkaran tersebut.
Jens Galschiot mengatakan dia menghubungi universitas agar mengembalikan patungnya ke Denmark, tetapi tidak pernah menerima balasan atas permintaan tersebut.
Citizen News, outlet media lokal di Hong Kong, memberitakan bahwa dewan universitas baru-baru ini memilih untuk menghancurkan patung Tiananmen.
Mengapa pihak berwenang ingin "Pillar of Shame" dibongkar?
Patung Tiananmen yang awalnya diletakkan di Taman Victoria Hong Kong sekitar 20 tahun yang lalu adalah salah satu dari sedikit pengingat publik yang tersisa di pulau itu tentang pembantaian Tiananmen — sebuah insiden yang dengan gigih berusaha dihapus oleh Beijing dari ingatan masyarakat sejak insiden itu terjadi.
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Galon Air Minum Tampak Buram dan Kusam? Waspadai Risiko BPA Semakin Tinggi
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX