Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal membiayaai pemberian vaksin Covid-19 ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan, lansia dan penerima bantuan iuran (PBI) bakal ditanggung pemerintah. Sementara untuk masyarakat di luar kelompok itu bisa memilih jalur mandiri.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi
Nadia menuturkan setidaknya terdapat tiga kelompok rentan yakni tenaga kesehatan, lansia dan masyarakat usia di atas 18 tahun dengan masalah imunitas yang menjadi kelompok prioritas penerima vaksin booster.
Untuk nakes dan lansia, Nadia menyebut kalau pemerintah akan menanggung biaya pemberian vaksin boosternya.
"Jadi saat ini pemerintah sudah menyiapkan skenarionya setidaknya ini untuk nakes, kepada lansia ini rencananya akan dibiayai pemerintah dan satu lagi adalah PBI penerima bantuan JKN," tutur Nadia melalui diskusi Membendung Transmisi Omicron yang disiarkan melalui YouTube Alinea ID, Jumat (24/12/2021).
Selain itu, vaksin booster juga bisa diperoleh oleh masyarakat biasa. Meski demikian sejauh ini masyarakat bisa mendapatkannya melalui jalur mandiri.
Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga pernah menjelaskan terkait biaya vaksin booster. Ia menyebut kalau untuk jalur mandiri dan non lansia itu bisa mendapatkannya dari perusahaan-perusahaan farmasi yang menjualnya.
"Untuk yang mandiri dan non-lansia itu akan kita buka agar perusahan-perusahaan farmasi bisa mengimpor vaksinnya dan langsung menjual ke masyarakat," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (14/12/2021).
Adapun vaksin booster yang tidak ditanggung APBN akan diberikan kepada 125,2 juta orang. Vaksin yang dibutuhkan ialah sebanyak 139 juta dosis.
Baca Juga: Modus Vaksin Booster Diterima Warga Melalui Kepala Daerah hingga Kantor
Berita Terkait
-
Diterpa Badai Omicron, Afsel Setujui Penggunaan Vaksin Booster Buatan Johnson & Johnson
-
Modus Vaksin Booster Diterima Warga Melalui Kepala Daerah hingga Kantor
-
Sekolah Akan Dapat WA dari Kemenkes Kalau Ada Kasus Covid di Lingkungannya
-
Bertambah Tiga, Kasus Terpapar Omicron Sudah 8 Orang di Indonesia
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend