Di Eropa, struktur neo-Gothic biasanya dibuat dari batu. Di Jakarta, Dijkman, memanfaatkan kemampuan pengrajin lokal, menggunakan batu bata 20x40 cm, dengan kayu dan sirap untuk atap, yang kemudian diubah menjadi tembaga untuk menghindari kebocoran.
Sayangnya, Dijkman tidak pernah melihat gereja selesai, karena penyakit memaksanya kembali ke Belanda. Sementara konstruksi, berlanjut di bawah Marius Hulswit, seharusnya memakan waktu tiga tahun saja untuk selesai. Akan tetapi, pembangunan memakan waktu satu dekade, karena berbagai sebab.
Misa Pertama Gereja Katedral Jakarta
Fakta menarik Gereja Katedral Jakarta berikutnya adalah mengenai misa pertamanya. Gereja mengadakan misa pertamanya pada tanggal 21 April 1901.
Dalam seni arsitekturnya, katedral dilengkapi dengan cathedra, tahta yang digunakan oleh seorang uskup agung, dan jendela rosetta. Jendela ini, ikon Katedral Jakarta, terletak di atas architrave gerbang utama dengan dua pintu kayunya.
Architrave, yang merupakan pita untuk patung batu Maria, diukir dengan frasa “All generations shall call me blessed”. Jendela lain juga dibuat dengan kaca patri. Namun, tidak seperti di katedral Eropa, yang menunjukkan gambar Yesus atau orang-orang kudus, Katedral Jakarta menunjukkan pola bunga berulang.
Demikian itu fakta menarik Gereja Katedral Jakarta yang dirangkum Suara.com dari berbagai sumber.
Kontributor : Mutaya Saroh
Baca Juga: Hari Natal, Anies Ajak Jadikan Jakarta Sebagai Rumah yang Mempersatukan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah