Suara.com - Foto-foto uskup agung Katolik Myanmar, Kardinal Charles Bo, dengan kepala junta militer Min Aung Hlaing memicu kemarahan setelah berfoto potong kue dalam suasana Natal.
Menyadur Wion News Sabtu (25/12/2021), media yang didukung pemerintah, Global New Light of Myanmar melaporkan Kardinal Charles Bo bertemu dengan kepala junta pada Kamis untuk mendengarkan lagu-lagu Natal.
Pertemuan itu juga membicarakan urusan damai dan kesejahteraan di negara itu. Dalam salah satu foto yang dipublikasikan, mereka terlihat duduk bersama di depan pohon Natal.
Foto lain menunjukkan keduanya memotong kue, sementara di salah satu foto, Min Aung Hlaing terlihat menyerahkan donasi sebesar USD 11.200.
Foto-foto itu membuat marah warga pro-demokrasi dan pengguna media sosial yang protes pemerintah sipil Aung San Suu Kyi digulingkan oleh junta militer.
Sebagai akibatnya, lebih dari 1.300 orang tewas setelah Junta menentang protes dengan tindakan brutal. Ratusan terluka, ribuan ditangkap dan tidak ada kepastian bagaimana nasib para tahanan.
Seorang warganet mengecam foto-foto itu dan menyebut uskup tak mewakili orang Katolik. Untuk informasi, Bo ditahbiskan menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus pada tahun 2015.
"Ketika gereja-gereja Kristen dibakar, bahkan dia [Bo] menerima untuk bertemu dengannya [Min Aung Hlaing]."
"Orang tidak boleh pergi dan berdoa di tempat dia tinggal. Ini tidak mewakili orang Katolik. Mengapa kamu memotong kue dengan pembunuh seperti itu?" tulis yang lain.
Baca Juga: Myanmar: Disiksa Sampai Mati, Pembunuhan Massal 40 Laki-laki oleh Militer
Myanmar kacau sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi, tahun ini pada Februari.
Milisi anti-kudeta bermunculan di seluruh negeri untuk melawan junta, dengan beberapa pertempuran paling berdarah terjadi di daerah mayoritas Kristen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional