Suara.com - Pedagang Gujarat dan Persia yang memeluk Islam mulai mengunjungi Indonesia pada abad ke-14. Seiring dengan perdagangan, mereka memperkenalkan Islam kepada umat Hindu Indonesia, khususnya di daerah pesisir Jawa. Berikut ini kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.
Sebelum kedatangan agama Islam, sistem kepercayaan populer di wilayah Indonesia sepenuhnya dipengaruhi oleh tradisi dharma Hindu dan Buddha. Lantas, apa kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa?
Islam menyebar melalui pantai barat Sumatera dan kemudian berkembang ke timur di Jawa. Periode ini juga melihat kerajaan didirikan tetapi kali ini dengan pengaruh Muslim, yaitu Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Dimana kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa?
Pada akhir abad 15, 20 kerajaan berbasis Islam telah didirikan, mencerminkan dominasi Islam di Indonesia. Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa pun berdiri.
Berikut ini empat kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Kerajaan Islam Cirebon
Kerajaan Cirebon atau yang dikenal juga dengan nama Kesultanan Cirebon yaitu Kesultanan Islam di Jawa Barat yang berdiri tahun 1430 M atau abad 15-16 M. Lokasi kerajaan ini terletak di wilayah pantai utara Pulau Jawa. Kerajaan Cirebon diketahui sebagai pusat penyebaran Islam di wilayah Jawa Barat.
Kerajaan Demak ini juga salah satu Kerajaan Islam di Pulau Jawa. Berdiri pada 1478, kerajaan yang dipimpin Raden Patah menjadi pelopor penyebaran Islam di Nusantara atas dukungan Wali Songo.
Baca Juga: 6 Spot Menarik di Taman Sari Jogja, Cagar Budaya Sekaligus Tempat Wisata Sejarah
Raja tersohor yang pernah memimpin di kerajaan ini yaitu Raden Fatah, Sultan Trenggono, Pati Unus, Sunan Prawata, serta Arya Penangsang.
3. Kerajaan Islam Banten
Kerajaan Banten dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanudin, anak Sunan Gunung Jati. Selain itu kerajaan ini juga pernah dipimpin Sultan Agung Tirtayasa. Islam jadi pilar untuk Kesultanan Banten. Selain itu, kerjaan ini juga menjadikan ulama peranan penting.
4. Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang berdiri setelah kerajaan Demak runtuh. Kerjaan yang berpusat di Jawa Tengah imi didirikan oleh Sultan Hadiwijaya atau yang dikenal juga dengan nama Jaka Tingkir. Nama Sultan Hadiwijaya merupakan gelar yang diberikan kepada Raja Tingkir.
Demikian informasi mengenai empat kerajaan islam pertama di pulau Jawa yang menarik untuk diketahui. Selain kerjaan di atas, ada juga kerjaan Mataram Islam yang berpusat di daerah Kotagede, Yogyakarta
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Sejarah Formula E dan Kelayakannya Digelar di Jakarta Tahun 2022
-
Sejarah Taman Lalu Lintas Bandung, Berwisata Sambil Menambah Wawasan
-
Mengenal Sejarah Taman Nasional Ujung Kulon dan Sajian Kuliner Uniknya
-
Sejarah Pertempuran Surabaya: Asal Usul Hari Pahlawan 10 November
-
Sejarah Maulid Nabi Muhammad dan Nilai-nilai yang Terkandung
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?