Suara.com - Harun Al Rasyid, eks penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lolos dalam seleksi administrasi calon hakim agung. Dalam rilis hasil seleksi yang dikeluarkan Komisi Yudisial (KY) Harun Al Rasyid lolos bersama 52 calon hakim agung untuk kamar pidana.
Raja Operasi Tangkap Tangan (KPK) julukan Harun yang diberikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri itu berada di urutan ke 26 hasil seleksi administrasi yang dikeluarkan KY pada Rabu (29/12/2021).
"Hasil seleksi administrasi calon hakim agung RI untuk kamar pidana Dr. H. Harun Al Rasyid jabatan ASN Kepolisian Republik Indonesia urutan ke-26," dalam rilis yang diterima Suara.com, Rabu (29/12/2021).
Ketika dikonfirmasi, Harun membenarkan bahwa ia lolos administrasi menjadi calon hakim untuk kamar pidana.
"Masih tahap administrasi," singkat Harun
Diketahui, Harun merupakan angkatan pertama masuk dalam insan KPK. Ia, kurang lebih menjadi bagian KPK sudah selama 16 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!